logo

ICW Ingatkan Firli Bahwa KPK Bukan Kantor Polisi

ICW Ingatkan Firli Bahwa KPK Bukan Kantor Polisi

ICW
19 September 2020 16:54 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA:Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritisi terpilihnya enam anggota Polri dalam seleksi jabatan struktural di KPK masing-masing Brigjen Setyo Budiyanto jadi Direktur Penyidikan (Dirdik), lima Koordinator wilayah Kombes Didik Agung Widjanarko, Kombes Agung Yudho Wibowo, Kombes Bahtiar Ujang Purnama, Kombes Kumbul Kuswijanto Sudjadi dan Kombes Yudhiawan. 

"Kami mengingatkan Firli Bahuri bahwa tempat dia bekerja adalah Komisi Pemberantasan Korupsi dan bukan kantor Kepolisian Republik Indonesia," ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Sabtu (19/9/2020). 

ICW mencatat KPK saat ini telah mempekerjakan empat orang perwira tinggi Polri, yakni Komjen Pol Firli Bahuri selaku Ketua KPK, Irjen Pol Karyoto selaku Deputi Penindakan, Brigjen Pol Setyo Budiyanto selaku Direktur Penyidikan, dan Brigjen Pol Endar Priartono selaku Direktur Penyelidikan.  Dengan terpilihnya lima anggota polisi sebagai Koordinator Wilayah, kemungkinan akan dinaikkan pangkatnya menjadi jenderal bintang satu hingga total perwira tinggi Polri di lembaga antirasuah ada sembilan orang.  "Ini bisa jadi menimbulkan persepsi di tengah publik akan terjadinya dugaan konflik kepentingan. Terlebih pada konteks penindakan, bagaimana publik akan percaya bahwa mereka akan objektif ketika menangani perkara yang melibatkan oknum di Kepolisian?, " kata Kurnia. 

Kondisi ini dinilai pula menimbulkan potensi loyalitas ganda. Sebab, pada waktu mendatang, perwira tinggi Polri ini akan kembali ke institusi asalnya. “Perwira tinggi ini memiliki dua atasan sekaligus, yakni Ketua KPK dan Kapolri. ICW sesungguhnya tidak antiterhadap insitusi tertentu untuk menduduki jabatan di KPK. Namun, jika institusi tersebut belum sepenuhnya berhasil memberantas korupsi, bukankah lebih baik mereka diberdayakan saja di tempat asalnya? Setidaknya dapat bermanfaat untuk membantu proses pembenahan internal institusi, daripada harus dipekerjakan di KPK, " ujar Kurnia. 

KPK waktu dekat akan melantik perwira-perwira polisi itu, termasuk Brigadir Jenderal Setyo Budiyanto sebagai Direktur Penyidikan KPK. "Untuk acara pelantikan dan sumpah jabatan akan kami informasikan lebih lanjut," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri, Sabtu (19/9/2020).

Ali mengatakan, selain Setyo, yang akan dilantik Tomi Murtomo selaku Direktur Dumas, Riki Arif Gunawa selaku Direktur Pinda. Kemudian Koordinator Wilayah, Asep Rahmat Suwanda, Aminuddin, Budi Waluyo, Aida Ratna Zulaiha, Didik Agung Widjanarko, Agung Yudho Wibowo, Bahtiar Ujang Purnama, Kumbul Kuswijanto Sudjadi, dan Yudhiawan. "Para pejabat struktural terpilih tersebut berasal dari sumber Polri, Kemenkominfo dan internal KPK," kata Ali.

Ali menyebut, mereka terpilih menduduki jabatan struktural di lembaga yang kini dipimpin Komjen Firli Bahuri setelah melalui beberapa tahapan uji seleksi. Tahapan terakhir yakni mereka lolos seleksi administrasi dan uji kompetensi oleh pihak ketiga yang independen, profesional dan terpercaya. "Kemudian lolos pengecekan rekam jejak maupun kepatuhan LHKPN, tes kesehatan dan terakhir dilakukan presentasi dan wawancara dengan pimpinan KPK terkait visi misi pencegahan dan pemberantasan korupsi," tutur Ali. Dan yang terpilih itu dinilai mempunyai visi misi pencegahan dan pemberantasan korupsi yang bagus dan efektif.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto