logo

Aria Bima Ingatkan Ada Potensi Agama Dijadikan Komoditas Politik

Aria Bima Ingatkan Ada Potensi Agama Dijadikan Komoditas Politik

Politisi PDIP Aria Bima melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan secara virtual
19 September 2020 18:59 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Politisi PDIP, Aria Bima mengingatkan bahwa perbedaan agama di Indonesia adalah hal yang menyatukan rakyat. Perbedaan tersebut jangan sampai dibenturkan satu dengan yang lain.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, kepada perwakilan Indistri Kecil Menengah (IKM) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2020). Sosialisasi tersebut dilakukan secara virtual melaui sambungan online.

"Perbedaan agama di Indonesia adalah satu hal yang harus disyukuri. Kenapa saya mengingatkan tentang perbedaan agama, karena saat ini ada potensi agama dijadikan komoditas politik. Seperti yang terjadi saat ini menjelang Pilkada," jelasnya.

Aria Bima juga mengatakan dengan perbedaan agama di Indonesia itu banyak pihak yang menginginkan perpecahan di Indonesia. Dengan membenturkan perbedaan. Banyak yang tidak mau memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Seperti di Solo terjadi tindakan intoleransi. Padahal prinsip ketuhanan, agama itu mengajarkan kita menjadi lebih baik," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Aria Bima juga mengatakan ekonomi Pancasila yang telah dilakukan pemerintah. Terutama sesuai dengan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Aria Bima menyebut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ini dibagi dua, yaitu keadilan sosial antardaerah dan keadilan sosial untuk masyarakat.

"Keadilan antardaerah, pemerintah tidak hanya membangun Jawa saja tapi juga seluruh daerah di Indonesia," katanya

Hal ini menjadi titik utama pemerintah adalah membangun infrastruktur, di antaranya jalan, bandara, pelabuhan, dan jaringan listrik. Sedangkan keadilan sosial berupa bantuan untuk masyarakat telah diwujudkan dalam bentuk alat usaha, bantuan transportasi, melalui Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, hingga bantuan sosial.

"Ini semua tujuannya adalah agar rakyat sejahtera," katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Bale Rakyat Aria Bima Solo, Antonius Guntur Widiyantoro, mengatakan kegiatan tersebut menghadirkan Aria Bima secara virtual karena kondisi pembatasan sosiap berskala besar (PSBB) di Jakarta akibat pandemi Covid-19.

"Diikuti sekitar 50 orang perwakilan IKM di Kecamatan Grogol dan Baki. Mereka adalah IKM binaan Bale Rakyat," kata Guntur.

Mereka sebelumnya telah mendapatkan bantuan alat industri seperti mesin jahit, alat katering dan alat membuat mebel. Bantuan yang diberikan sekitar Rp60 juta untuk kelompok usaha.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto