logo

KPK Masih Lengkapi Berkas Mertua Dengan Menantu

KPK Masih Lengkapi Berkas Mertua Dengan Menantu

Plt Jubir KPK Ali Fikri
18 September 2020 19:50 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA:Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melengkapi berkas dua tersangka menantu dan mertua terkait suap dan gratifikasi di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016.

Eks Sekertaris MA Nurhadi (mertua) dan menantunya Rezky Herbiyono diperiksa sebagai tersangka. "Nurhadi dan Rezky diperiksa masing-masing sebagai tersangka," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Penyidik, kata Ali, terus mendalami dugaan peran aktif dari Nurhadi dan Rezky dalam melakukan serangkaian perbuatan. Sehingga, kemudian, keduanya diduga menerima imbalan baik dalam bentuk sejumlah uang maupun barang. 

Penyidik KPK mempersalahkan tersangka Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp 46 miliar. Suap diduga diberikan oleh Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto, yang sampai saat ini masih buron dan dalam pengejaran KPK. Penyidik KPK mempersalahkan Hiendra memberikan uang itu untuk sejumlah kasus perdata dan pidana yang melibatkan perusahaan dan dirinya sendiri.

Penerimaan uang suap tersebut diduga  terkait pengurusan perkara perdata PT MIT vs PT KBN (Persero) kurang lebih sebesar Rp 14 miliar, perkara perdata sengketa saham di PT MIT kurang lebih sebesar Rp 33,1 miliar dan gratifikasi terkait perkara di pengadilan kurang lebih Rp12,9 miliar sehingga akumulasi yang diduga diterima kurang lebih sebesar Rp 46 miliar.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk mengembangkan kasus Nurhadi tersebut ke arah dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sebab, penggunaan dan pemanfaatan uang suap dan gratifikasi tersebut berusaha disamarkan dengan berinvestasi pada suatu perusahaan.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto