logo

DKPP Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Panwascam Sragen

DKPP Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Panwascam Sragen

DKPP menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik Panwascam Sragen di KPU Solo
18 September 2020 17:14 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik anggota Panwascam Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah. Sidang dilaksanakan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo, Jumat (18/9/2020). Dalam sidang pemeriksaan yang menghadirkan pihak terkait dan saksi tersebut, DKPP dan Pimpinan Majelis memutuskan untuk menggelar sidang kedua.

"Kita baru saja melaksanakan sidang pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran etik anggota Panwascam Kecamatan Tanon yang diduga anggota Parpol," jelas Anggota DKPP yang juga Ketua Majelis Sidang, Alfitra Salamm, seusai sidang.

Menurut Alfitra, dalam sidang pemeriksaan pihaknya sudah meminta penjelasan dari pihak terkait maupun saksi . Namun DKPP dan berdasarkan rapat pimpinan majelis memutuskan untuk melaksanakan sidang kedua pada Sabtu (19/9/2020) di Kantor KPU Solo.

"Harapannya kita menghadirkan KPU RI dengan data partai politiknya dari dua versi. Versi dicoret dan versi tidak dicoret. Kami juga mengundang juga KPU Sragen, sama ketika pencalonan yang dipakai daftar yang dicoret. Tapi tadi mengirim dua kali ada yang tidak dicoret," jelasnya lagi.

Selain itu, dalam sidang kedua juga akan mengundang partai politik yang bersangkutan yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sidang kedua juga akan memanggil saksi yang pada sidang pertama tidak hadir.

"Tujuannya jangan sampai pada sidang ini tidak mendengarkan semua pihak. Kami ingin hasil sidang seadil-adilnya," katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budhi Prasetyo, mengatakan sidang tersebut terkait adanya laporan ke DKPP bahwa salah satu anggota Panwascam Kecamatan Tano yakni Setyo Murniati, diduga pernah mencalonkan diri sebagai Caleg di tahun 2014.

"Ketika mendaftarkam sebagai anggota Panwascam Tanon, dia sudah menjalankan semua tahapan proses rekrutmen," kata Budhi.

Yakni mulai mengirimkan administrasi, mengikuti tes tulis, tes wawancara hingga pengumuman terpilih. Selama seleksi tidak ada tahapan yang dilewatkan. Lebih lanjut Budhi juga mengatakan ketika ada pengumuman lolos sebagai anggota Panwascam, baru ada laporan dari masyarakat.

"Padahal selama tahapan pemilihan ada form yang diisi ketika ada calon kami yang dirasa tidak netral lewat form tanggapan masyaakat. Tapi saat tahapan itu tidak ada satupun tanggapan masyarakat masuk ke kami," paparnya.

Baru setelah diumumkan, ada laporan dari masyarakat. Bawaslu Sragen langsung melakukan pleno dan meminta keterangan dari Setyo Murniati. Yang bersangkutan bisa menunjukkan surat keterangan dari DPC PKB Kabupaten Sragen yang menyatakan bahwa dia telah mengundurkan diri sejak 12 Juli 2014.

"Dari surat itu kami menghiting bahwa selama proses pendaftaran sudah melebihi 5 tahun kebelakang. Karena berdasar regulasi UU 7 maupun 10 tidak boleh aktif 5 tahun terakhir di Parpol," kata Budhi lagi.

Dari hasil pemeriksaan tersebut maka Bawaslu Sragen akhirnya tetap melantik yang bersangkutan sebagai anggota Panwascam 2020. Sebelumnya, lima anggota Bawaslu Sragen diadukan ke DKPP oleh Mei Dwi Yuliana karena tidak profesional dan tidak cermat dalam melantik Panwas Kecamatan Tanon terpilih Setyo Murniati.

Kelima anggota Bawaslu yang diadukan adalah Dwi Budhi Prasetya, Edy Suprapto, Widodo, Raras Mulatsih DK, Khoirul Huda. Berdasarkan aduan,Setyo Murniati diketahui masih tercatat sebagai pengurus parpol PKB periode 2013-2018 dan 2018-2023. Tak hanya itu, yang bersangkutan juga diketahui pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Sragen pada Pemilu 2014. Dalam perkara ini, Setyo duduk sebagai Pihak Terkait. Sidang digelar berdasarkan berkas perkara nomor 87-PKE-DKPP/IX/2020. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto