logo

ASN Raja Ampat Diminta Netral Pada Pilkada 2020

ASN Raja Ampat Diminta Netral Pada Pilkada 2020

Dr. Yusuf Salim (kiri)/Foto: Humas Raja Ampat
17 September 2020 09:46 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - WAISAI: Sekretari Daerah (Sekda) Raja Ampat, Dr.Yusuf Salim, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelaksanaan Pilkada 2020, diharapkan tetap pada posisi netral.

"Kita tau bahwa ASN juga memiliki hak memilih tapi menempatkan hak memilih itu untuk tidak berpihak ke manapun. Jadi,  jika anda ingin mengimbau keluarga anda memilih salah satu kandidat, misalnya saudara sampaikan di lingkungan keluarga,"katanya.

Diharapkan ASN pasif memberikan dukungan kepada salah satu kandidat Paslon di media sosial.

 jika ditemukan ada aparat sipil negara melanggar itu maka dengan sangat menyesal kami sampaikan bahwa akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Kemudian, diimbau kepada seluruh aparat sipil negara dan honorer di  lingkungan kabupaten Raja Ampat. Bahwa, saat ini kabupaten Raja Ampat telah dicabut dari zona hijau ke zona merah.

"Sehingga perlu saya sampaikan bahwa mari sebagai aparat sipil negara kita memberikan contoh kepada  masyarakat. Yaitu, dengan mematuhi seluruh imbauan pemerintah yakni protokol kesehatan, jika tidak penting tidak perlu keluar rumah kalau terpaksa maka menggunakan masker, pulang dari luar harus mencuci tangan bila perlu mandi sehingga jika ada virus yang terbawa tidak masuk ke dalam rumah ,"kata Dr Yusuf.

Ia berharap  aparat sipil negara sebagai pionir utama perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk menyampaikan ini kepada keluarga. Juga, kerabat bahkan seluruh masyarakat di lingkungan pemerintahan kabupaten raja ampat 

Saat  ini di Raja Ampat sudah terinfeksi kembali 33 orang positif. Di antara  33 orang positif ini ada 3 ASN dan keluarganya.

"Sekali  lagi kami harap untuk ini dijaga dan seluruh pimpinan OPD untuk bekerja dari rumah. Dengan catatan bagi OPD yang melayani masyarakat secara langsung agar pimpinan OPD mengatur aparat sipil negara bekerja di kantor maksimal 25%," katanya.

Dikatakan, hindari semua kerumunan bagi seluruh masyarakat. Tidak ada kerumunan bagi restoran, kafe atau apapun itu tidak bisa melayani orang untuk makan di tempat. Tetapi, dia boleh beli dan membungkus membawa pulang makan di rumah masing-masing.

"Harapan kami mari kita sama-sama menjaga dan  memerangi ini, karena tidak ada yang bisa menghalangi penyebaran Covid19,  tanpa didasari pada disiplin kita semua, disiplin diri pribadi masing-masing," ujar Sekda Yusuf.

Dikatakannya, saat ini ada isu yang berkembang terkait  Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi pegawai.

Perlu diketahui, lanjut Sekda Yusuf, bahwa sampai detik ini tidak ada kebijakan apapun yang berkaitan dengan TPP tersebut.

Dikatakannnya, jika ASN bekerja full time, walaupun dari rumah. Ketika dilaporkan oleh pimpinannya  100% bekerja maka hak ASN  untuk menerima TPP 100% . Tidak ada kebijakan apapun yang menyatakan bahwa TPP 50%. Karena, pembayaran TPP didasari pada Pergub.

Jika, ada pemotongan atau  kebijakan lain maka harus revisi peraturan bupati. Tidak seenaknya membuat aturan lain.

"Jadi, saya imbau  warga ASN tidak terprovokasi dengan hal hal lain. Namun,  saya berharap untuk mari kita mengikat pinggang kita melihat hal-hal yang penting saja yang bisa kita pilih,"ujarnya.

Kebiasaan  konsumtif di jaman pandemi ini bisa saja terjadi. Tapi, krisis yang lebih besar bisa terjadi. Semoga tak terjadi.

 "Sehingga harapan kita untuk seluruh aparat sipil negara di lingkungan pemerintahan kabupaten Raja Ampat menjadi contoh bagi warga masyarakat yang lain," pesan Dr Yusuf. (Humas Raja Ampat) ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH