logo

Penguatan BPP Sumut Sebagai Pusat Pembelajaran Dilakukan Dalam ToF SIMURP

Penguatan BPP Sumut Sebagai Pusat Pembelajaran Dilakukan Dalam ToF SIMURP

17 September 2020 09:28 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - SERDANG BEDAGAI:: Salah satu fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) adalah sebagai tempat pembelajaran. Fungsi ini semakin diperkuat dalam Training of Farmers (TOF) proyek SIMURP mulai digelar 16-18 September 2020, di Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. 

Pada gelombang I ini peserta Pelatihan TOF berjumlah 88 orang perwakilan kelompoktani  4 BPP  lokasi proyek SIMURP. Untuk gelombang II akan dilaksanakan pada tanggal 23-25 September 2020 dengan peserta 104 orang petani dari perwakilan kelompoktani di 4 BPP.

Pembukaan ToF CSA dilakukan di BPP Pematang Sijonam, Kabupaten Serdang Bedagai, dan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai, Kabid penyuluhan Dinas TPH Provinsi Sumatera Utara  mewakili Kepala Dinas TPH dan Tim Irjen Kementerian Pertanian.
 
Materi yang disampaikan kepada peserta pelatihan ToF mengacu pada 11 modul CSA

Dalam arahan Kabidluh Dinas TPH Provinsu Sumut mengatakan ToF ini merupakan penguatan BPP sebagai tempat pembelajaran. Untuk itu diharapkan peserta ToF agar serius dan semangat mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya kepada tim fasilitator sampai benar-benar paham konsep CSA. 

Sementara Kadis Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai mengatakan, pelatihan ToF ini dapat menambah keterampilan, merubah prilaku dan sikap petani. Komoditi pertanian di Kabupaten Sergei tidak terpengaruh oleh covid 19, hal ini terlihat dengan produksi padi diangka 6,5- 7 ton

Kepala Dinas Pertanian sangat mendukung kegiatan ini dan terus menerus memotivasi penyuluh pertanian lapangan supaya tak bosan-bosannya mendorong petani berinovasi untuk memanfaatkan teknologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produksi pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengharapkan pelatihan ToF memberikan manfaat kepada petani.

“Khususnya dalam meningkatkan pengetahuannya untuk meningkatkan  produksi dan  produktivitas pertanian, caranya dengan cerdas memanfaatkan iklim. Misalnya bagaimana pertanian hanya memerlukan air sedikit tetapi produktivitasnya tetap tinggi. Cara lainnya adalah  dengan menghemat pupuk. Apalagi pupuk juga menjadi faktor pengungkit produktivitas yang luar biasa. Pupuk menjadi faktor penting untuk produksi,” tutur Dedi Nursyamsi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani dan penyuluh harus terus meningkatkan kemampuannya. 

“Tuntutan kita adalah menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Artinya, kita harus terus tanam. Dan untuk memastikan pangan tidak boleh ada masalah, kemampuan dan pengetahuan petani dan penyuluh harus ditingkatkan,” katanya. 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto