logo

'Maen Pukulan Betawi', ASTRABI Selenggarakan Lomba Pencak Silat Secara Virtual

 'Maen Pukulan Betawi', ASTRABI Selenggarakan Lomba Pencak Silat Secara Virtual

Ketua ASTRABI Anwar Al-Bathawi (tengah).(foto,ist)
14 September 2020 00:16 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kendati dalam masa pandemi Covid-29, dalam upya melestarikan seni dan budaya Betawi, Asosiasi Pencak Silat Tradisi Betawi Indonesia (ASTRABI kembali menyelenggarakan festival lomba pencak silat Betawi secara virtual.

Lomba pencak silat bertemakan "Maen Pukulan Betawi" tersebut, digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), di Jakarta Timur, Minggu (13/9/2020).

Ketua ASTRABI Anwar Al-Bathawi menyatakan, lomba secara virtual ini virtual ini bukan kali ini saja diselenggarakan di masa pandemi. "Dan mengapa kami memilih tema Maen Pukulan Betawi?" ujarnya.

Dia menjelaskan, pencak silat di Betawi kebanyakan orang lebih mengenal Pukulan Betawi. Bahasa yang digunakan itu sangat jumawa, terdengar memang tidak seperti bahasa normatif.

"Orang Betawi sangat terbuka dari sisi bahasa, orang Betawi menggunakan ungkapan yang mudah dimengerti orang. Kita ini bukan hanya melestarikan Seni dan Budaya saja, tapi kita juga mengembangkan Seni dan Budaya Betawi," ungkap Anwar.

Jadi, terangnya, maksud dari "Maen Pukulan Betawi adalah trik pencak silat Betawi. Yang maksudnya adalah para jawara tempo dulu itu mempelajari dan mengaplikasikan pencak silat itu, bukan untuk jago-jagoan atau untuk mencelakai orang lain tapi sebagai pengamanan diri.

"Di saat kita diserang orang yang ingin mencelakai kita atau membantu orang lain yang dicelakai orang. Jadi ada istilah orang Betawi 'Lu jJal Gue Beli' yang artinya dia akan melawan kalau dirinya memang sudah di posisi tidak aman," jelasnya.

iIu pun, lanjutnya, dengan gerakan kuda-kuda dan posisi kaki merenggang. Artinya, kita tidak akan menyeleksi orang tapi lebih kepengaman diri.

Disebutkan Anwar, ada 70 sanggar pencak silat yang ikut lomba virtual tersebut. "Kami, atas nama ASTRABI berharap ke depan bukan hanya Dinas Budaya dan Pariwisata saja yang ikut berapresiasi di kegiatan ini. Tapi, adanya peran dinas pendidikan," ujarnya.

ASTRABI juga mengharapkan pada Gubernur DKI Jakarta, agar pencak silat ini dijadikan muatan lokal di sekolah-sekolah, negeri maupun swasta. Sehingga, menjadi peluang yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni.

"Kami ini ada dan kami berbuat ,kami bukan benalu. Tapi, kami jadi pecetus icon seni dan kami selaku pelaku seni. Kami hanya butuh regulasi kalau keberadaan kami diakui dan keberadaan kami bermanfaat, dalam hal melestarikan dan mengembangkan Budaya Betawi khususnya Pencak Silat," papar Anwar.

Di bagian lain, Kepala Dinas kebudayaan provinsi DKI Jakarta Iwan Hery Wardhana mengemukakan, ini suatu even yang positif di saat pandemi. "Ini juga aktivitas berolahraga. Agar tetap sehat," ujarnya.

Dengan adanya even olahraga seperti ini, lanjutnya, justru menjaga daya tahan dan metabolisme tubuh. Agar selalu sehat, walaupun perlombaan di adakan secara virtual.

"Para peserta lomba tetap melakukan gerakan-gerakan silat dengan sungguh-sungguh. Selain melestarikan budaya bangsa pencak silat merupakan seni olah tubuh dan gerak. Demoga ke depannya lebih banyak lagi peserta yang ikut ambil bagian dalam lomba ini," tutur Iwan.

Editor : Gungde Ariwangsa SH