logo

Pandemi Covid-19, Kesadaran Pakai Masker Masyarakat Sumut Perlu Ditingkatkan

Pandemi Covid-19, Kesadaran Pakai Masker Masyarakat Sumut Perlu Ditingkatkan

Menko PMK Muhadjir Effendy (baju putih) menganakan masker pada seorang warga. (foto,ist)
13 September 2020 22:30 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - MEDAN: Provinsi Sumatera Utara (Sumut) termasuk salah satu provinsi dengan jumlah kenaikan angka kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia. Namun, kesadaran penduduk untuk memakai masker masih rendah, masih perlu ditingkatkan.

Hingga Jumat (11/9/2020), jumlah positif Covid-19 di Sumut menembus angka 8.241 kasus, dengan tambahan jumlah kasus baru pada hari itu sebanyak 131 kasus. Sedangkan, total pasien sembuh sebanyak 4.959 dan meninggal 349.

Merujuk data itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dalam kunjungan kerja (kunkenya) sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19, di Sumut, Sabtu (12/9/2020) menyatakan, yang paling mendesak adalah kampanye sadar memakai masker.

"Saya lihat di Sumut ini kesadaran penduduk untuk memakai masker masih rendah, perlu ditingkatkan," ujarnya.

Dalam kunker itu, dia juga berkesempatan menjadi narasumber seminar bertajuk "Sinergitas Muhammadiyah dan Pemerintah Menghadapi Pandemi Covid-19", di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan.

Pada sosialiasi itu, Menko PMK sekaligus juga nelakukan aksi nyata dengan bagi-bagi masker kepada masyarakat sekitar lingkungan kampus UMSU. Sedikitnya 40 ribu masker diberikan kepada UMSU, untuk nantinya dibagikan kepada civitas akademika UMSU serta masyarakat.

Disampaikannya, sesuai arahan Presiden, pemerintah harus berupaya membangun kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dimulai dari memakai masker. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan kampanye jaga jarak, cuci tangan, serta menghindari kerumunan.

"Itu bertahap, tapi pakai masker ini merupakan prasyarat dari protokol yang lain. Kita akan gencarkan terus kampanye pakai masker ini dan saya mohon dukungan semua pihak, termasuk Muhammadiyah dan Pemerintah Sumut," tutur Menko PMK.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga tengah berupaya menekan angka kematian atau fatalitas akibat Covid-19. Yakni dengan memberikan bantuan fasilitas alat kesehatan (alkes) seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) serta ventilator untuk beberapa RS yang menangani pasien Covid-19.

Pada kesempatan itu, Menko PMK menyerahkan bantuan ventilator untuk RS Umum Muhammadiyah Sumut. Selain pula memberikan bantuan kepada RS Adam Malik, berupa alat pelindung diri (APD) sebanyak 432 buah serta 3.600 masker.

"Tujuan saya ke sini juga untuk meninjau pembangunan Gedung Infeksi RSUP H Adam Malik Medan, yang dibantu dari sumber dana pemerintah pusat. Dan, ini sudah termanfaatkan betul untuk pasien penderita covid kelas berat. Untuk yang ringan dan sedang ditanggung di RS di bawah Pemprov," terang Menko PMK.

Dia juga minta pada Gubernur Sumut untuk tidak hanya fokus pada penanganan masalah Covid-19, tetapi juga harus membangkitkan kembali perekonomian. "Ekonomi ini harus ada rem dan gasnya, yang penting jangan rem mendadak dan jangan juga gas pol. Gubernur harus pandai-pandai jangan sampai menangani Covid-19 tetapi ekonomi bermasalah," ungkapnya.

Merespon hal ini, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengiyakan serta menyatakan rasa terima kasihnya, atas bantuan yang telah diberikan pemerintah pusat khususnya alkes dan obat-obatan yang masih sangat dibutuhkan.

"Meskipun kami melakukan pengadaan sendiri tapi kami juga butuh bantuan. Apalagi covid ini datang tidak izin, sehingga kami tergagap-gagap menghadapinya," tutur Gubernur Sumut.

Editor : Markon Piliang