logo

Program Subsidi Upah, BPJAMSOSTEK Jatim Proaktif Kumpulkan Rekening Peserta

 Program Subsidi Upah, BPJAMSOSTEK Jatim Proaktif Kumpulkan Rekening Peserta

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jatim, Dodo Suharto (kiri), saat bersama Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo
14 Agustus 2020 20:45 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: BPJAMSOSTEK Jawa Timur bereaksi cepat mengumpulkan nomor rekening para peserta yang berpotensi menerima Bantuan Subsidi Upah dari pemerintah. Hingga siang tadi, pihaknya sudah menghimpun 1.295.870 nomor rekening milik pekerja, dan jumlahnya masih terus bertambah seiring dengan makin dekatnya realisasi program stimulus untuk memulihkan ekonomi nasonal tersebut.

Menurut Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jatim, Dodo Suharto, hingga saat ini, bantuan subsidi upah dari pemerintah itu baru diperuntukan bagi pekerja formal yang bergaji dibawah Rp5 juta perbulan. "Jumlah perusahaan yang memberi upah kurang dari Rp5 juta perbulan, sebanyak 516.958 perusahaan dengan jumlah pekerjanya yang mencapai 13,87 juta orang," ujarnya disela  Gathering Media, Kamis (14/8/2020).

Pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh kantor cabang yang ada di wilayah Jawa Timur terkait perkembangan jumlah nomor rekening yang sudah terkumpul. Data itu langsung diteruskan ke pihak Disnakertrans Jatim untuk dikomunikasikan lebih lanjut.

Tapi ternyata, kata dia, tidak semua nomor rekening itu sudah sesuai dengan nama pekerja yang bersangkutan. Sebagian diantaranya masih menggunakan nama orang lain terutama istri pekerja yang bersangkutan.

Pemerintah sendiri, kata Dodo, sudah memastikan akan membayarkan berapapun dana yang dikeluarkan untuk pekerja sektor formal yang memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. "Kalau yang pekerja sektor non formal, bisa saja sudah dapat bantuan dari skema bantuan yang lain," ujarnya.

Seperti diberitakan, pemerintah menganggarkan Rp37,74 triliun untuk program bantuan subsidi upah. Setiap pekerja yang memenuhi kriteria tersebut akan menerima Rp600 ribu perbulan selama 4 bulan atau Rp2,4 juta. Skema pencairan akan dilakukan 2 bulan.

Pada bagian lain, Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo berharap, dana segar yang diberikan pemerintah itu bakal banyak berperan untuk mendukung penguatan ekonomi di Jawa Timur. "Sesuai rencana, September nanti dananya akan mulai masuk ke rekening pekerja sebesar Rp1,2 juta," ujarnya.

Bila program ini berjalan lancar, pihaknya meyakini dana itu akan mulai memicu ekonomi baru pada Desember mendatang. Program ini sekaligus akan menyadarkan para pekerja agar lebih fokus menuntut dimasukkan sebagai peserta BPJAMSOSTEK, dari ada sekear menuntut kenaikan upah.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto menjelaskan tentang upaya pemerintah yang saat ini sedang melakukan finalisasi skema, mekanisme dan kriteria penerima program Bantuan Subsidi Upah dengan menggunakan data awal dari BPJAMSOSTEK.
"Data yang disampaikan BPJAMSOSTEK kepada pemerintah merupakan data peserta aktif kategori Pekerja Penerima Upah atau Pekerja Formal dengan upah di bawah Rp5 juta berdasarkan upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat pada BPJAMSOSTEK," ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih terus mengumpulkan nomor rekening peserta yang memenuhi kriteria dimaksud melalui kantor cabang di seluruh Indonesia. Pemerintah juga akan melakukan validasi ulang terkait data yang disampaikan oleh BPJAMSOSTEK untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran. Hal ini dilakukan karena sumber dana Bantuan Subsidi Upah ini berasal dari alokasi anggaran dari Pemerintah.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH