logo

Bea Cukai Surakarta Ungkap Peredaran Miras Ilegal

Bea Cukai Surakarta Ungkap Peredaran Miras Ilegal

Ratusan botol miral ilegal diamankan petugas Bea Cukai Surakarta
14 Agustus 2020 09:38 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Bea Cukai Surakarta kembali mengungkap peredaran Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau minuman keras (miras) ilegal. Ratusan botol Miras ilegal tersebut diamankan dari sebuah bangunan di wilayah Boyolali dan Kota Solo, Jawa Tengah.

Miras tersebut dijual melalui online di market place, yaitu di Shopee dengan akun toko Brinki_Store.

"Bea Cukai menindak sejumlah 52 karton atau sebanyak 626 botol pada hari Rabu (12/8/2020) kemarin. Ini merupakan proses yang tidak sebentar, pelaku memasarkan miras ilegal melalui market place dengan menyembunyikan identitas pribadinya," jelas Kepala Kantor KPPBC TMP B Surakarta, Budi Santoso, Jumat (14/8/2020).

Tapi berkat keuletan unit pengawasan Bea Cukai Surakarta akhirnya hal itu dapat diungkap dan dilakukan penindakan, lanjutnya. Lebih lanjut Budi mengatakan penindakan tersebut diawali dengan adanya informasi terkait satu online shop di Shopee.

"Setelah dilakukan pengumpulan informasi dan penguatan analisisnya, petugas Bea Cukai akhirnya membuahkan informasi yang akurat bahwa terdapat orang yang menimbun dan menjual/menyediakan miras impor ilegal," paparnya.

Penimbun miras ilegal yang berlokasi di Nogosari, Boyolali tersebut berinisial HB.Di bangunan tersebut ditemukan 46 karton atau sebanyak 562 botol dengan merk Black Labels, Jack Daniels, Jose Cuervo Especial, Red Label, dan Bacardi Carta Blanca.

"Miras yang ditemukan tersebut keseluruhannya diduga dilekati pita cukai palsu," jelasnya lagi.

Dari temuan tersebut kemudian dilakukan pengembangan informasi dan mengarah kepada suatu bangunan milik tersangka berinisial TC di daerah Laweyan, Kota Solo. Di lokasi tersebut, petugas menemukan miras impor ilegal berjumlah 5 karton atau 64 botol dengan merk Bacardi Carta Blanca dan Absolute Vodka.

"Miras illegal ini berpotensi merugikan negara sebesar Rp. 470.000.000," ujarnya.

Kedua tersangka, HB dan TC telah melanggar pasal 54 jo 56 UU Cukai. Saat ini barang hasil penindakan beserta tersangka telah dibawa ke KPPBC TMP B Surakarta guna pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya berharap dari hasil pemeriksaan mendalam, jaringan peredaran serta jalur distribusi miras ilegal ini dapat terungkap.

Budi juga menambahkan, dengan upaya yang terus dilakukan itu diharapkan bisa menekan peredaran miras ilegal yang merugikan keuangan negara, kesehatan, dan ketertiban masyarakat. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto