logo

BPP Kostratani Jombang Siap Setor Data, Rutin Ke AWR Kementan

BPP Kostratani Jombang Siap Setor Data, Rutin Ke AWR Kementan

14 Agustus 2020 10:40 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JOMBANG: Sebanyak 21 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani yang ada di Kabupaten Jombang siap melaporkan data dan informasi terkait program utama Kementerian Pertanian ke Agriculture War Room (AWR).

Terlebih, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang telah menyelenggarakan Sosialisasi Aplikasi Laporan Utama Kostratani, Kamis (13/08/2020), di BPP Mojowarno. Sosialisasi dihadiri oleh 22 orang penyuluh dari 5 BPP di Jombang, yaitu BPP Mojowarno,BPP  Bareng, BPP Pelandaan, BPP Ngusikan, BPP Kabuh. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kostratani atau Komando Strategi Pembangunan Pertanian, merupakan pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan.

“Kostratani merupakan bentuk optimalisasi tugas fungsi dan peran BPP dengan memanfaatkan IT. Tujuannya, untuk mewujudkan single data pertanian menuju kedaulatan pangan,” tutur Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan salah satu fungsi Kostratani adalah menyediakan data dan informasi.

“Data yang disediakan adalah laporan program utama Kementan, dari Kostratani sampai dengan Kostratanas. Laporan ini disampaikan ke AWR yang ada di Kementan secara real-time,” terang Dedi Nursyamsi.  

Dijelaskannya, pengumpulan data meliputi data primer dan sekunder.  Data primer dikumpulkan dari responden, sample, atau sensus oleh petugas Kostratani bersama Koordinator Statistik Kecamatan (KSK).  

Sedangkan data sekunder diperoleh secara tidak langsung dari Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, Dinas/Instansi/Institusi Pemerintah/Swasta, Kementerian/Lembaga terkait.

“Pengumpulan Data dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi terkini seperti pemanfaatan citra satelit sentinel, Drone, GPS, Internet of Things dan lain-lain. Oleh karena itu, BPP Kostratani kita lengkapi dengan komputer, modem, juga jarinan internet. Karena semua harus dilaporkan real time,” paparnya.

Terkait hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menyelenggarakan Sosialisasi Aplikasi Laporan Utama Kostratani. Sosialisasi dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Priadi, dan didampingi oleh 2 Fasilitator yaitu Yulia TS penyuluh pertanian dari Pusat Penyuluhan Pertanian  dan Karel Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.

Dukungan Kementerian Pertanian melalui  IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) di Kabupaten Jombang berupa sarana Informasi Teknologi (IT) untuk 4 Kostratani. 

Sedangkan 17 Kostratani yang belum mendapatkan IT, juga siap menyesuaikan untuk terhubung dengan AWR untuk siap melaporkan secara rutin data Luas Tambah Tanam, Luas Panen dan Produktivitas ke AWR.

Achmad Fauzi sebagai Koordinator Jabatan Fungsional Kabupaten Jombang, mengatakan pihaknya berupaya memenuhi target yang diharapkan.

“Selanjutnya pendampingan secara intensif akan dilakukan ke setiap BPP di lingkup Kabupaten Jombang akan terus dikawal terus dalam menginput data data utama kostratani. Jika ada kesulitan, akan kontak ke Pusluhtan, untuk minta jalan keluarnya,” kata Fauzi.

Ditambahkannya, 21 admin BPP dibawah Dinas Pertanian Kabupaten Jombang harus dapat mengisi laporan mingguan setian jumat pagi demi tercapainya single data Kementrian Pertanian. “Untuk Itu, saya akan tetap mengawalnya,” ujarnya.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto