logo

Ulama NU Se-Solo Raya Beri Dukungan Polisi Usut Kasus Kekerasan

Ulama NU Se-Solo Raya Beri Dukungan Polisi Usut Kasus Kekerasan

Ulama dan kyai NU se Solo Raya mendatangi Mapolresta Solo
13 Agustus 2020 16:11 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Sejumlah ulama dan kyai NU se- Solo Raya, Jawa Tengah mendatangi Mapolresta Solo, Kamis (13/8/2020). Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan kepada polisi terkait tindakan tegas atas kasus intoleransi yang dilakukan di Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020).

Kedatangan ulama dan kyai NU tersebut disambut Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

"Kami mengecam tindakan brutal, pengeroyokan, anarkis, premanisme yang mengatasnamakan agama,” ujar Rais Syuriah PC NU Sukoharjo, Abdullah Faisal, mewakili seluruh ulama dan pengurus cabang beserta pengasuh ponpes se Solo Raya.

Dirinya juga menyesalkan tindakan pengeroyokon oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menggunakan kalimat di dalam agama Islam.

"Tindakan menciderai nilai-nilai kemanusiaan dan syariat agama Islam. Nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin, harus diejawantahkan diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Bukan untuk menakut-nakuti orang lain," katanya.

Aksi kekerasan yang dilakukan kelompok intoleransi tersebut sangat meresahkan. Untuk itu, mereka meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku dan aktor intelektual dibalik kerusuhan tersebut.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengapresiasi dukungan yang diberikan para ulama dan kyai tersebut.

"Kami mendapatkan kehormatan atas kedatangan segenap pengurus NU se Solo Raya. Ulama dan kyai se Solo Raya memberiikan dukunhan kepada Polri yang sedang melakukan tidakan hukum terhadap kelompok intoleran," kata Ade Safri.

Dukungan tersebut akan dijadikan motivasi bagi aparat penegak hukum untuk menindak tegas dalam koridor hukum yang berlaku terhadap aksi intoleransi dan kekerasan yang mengganggu kehidupan beragama dan berkehidupan bermasyarakat.

"Saya berharap masyarakat bersama Polri, TNI dan Pemkot Solo bergandengan tangan menciptakan situasi yang kondusif bebas dari keresahan. Tidak ada ruang sedikitpun bagi kelompok intoleran, aksi kekerasan, dan premanisme di Kota Solo," katanya lagi.

Sehingga Kota Solo tetap tertib, damai, kondusif, serta aman. ***

Editor : Markon Piliang