logo

KPK Bakal Ikut Serta Gelar Kasus Djoko Tjandra

KPK Bakal Ikut Serta Gelar Kasus Djoko Tjandra

KPK
13 Agustus 2020 12:27 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Penanganan kasus terpidana Djoko Tjandra dinilai bakal semakin komplit dan menyeluruh tuntas. Pasalnya, KPK memutuskan ikut serta dalam gelar kasus yang dilakukan Bareskrim Polri terkait kasus terpidana Djoko Tjandra. KPK menunjuk pejabat di Deputi Penindakan dalam gelar perkara yang rencananya dilaksanakan pada Jumat (14/8).

"KPK telah menunjuk pejabat di kedeputian penindakan untuk ikut menghadiri gelar perkara tersebut," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, Kamis (13/8/2020).

Menurut mantan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur itu, KPK mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri dalam menangani kasus terpidana cessie Bank Bali tersebut. Nawawi menilai kinerja Kabareskrim Komjen Listyo Sigit dan jajaran di kasus itu sangat terbuka. "Tidak ada alasan untuk meragukan keseriusan Polri dalam menangani perkara dimaksud. Terakhir keterbukaan Bareskrim Polri tersebut ditunjukkan dengan mengirimkan surat ke KPK untuk mengajak bersama ekspose atau gelar perkara dimaksud," kata mantan hakim Pengadilan Tipikor Jakarta itu.

"Model kinerja seperti ini sangat baik dalam peningkatan sinergi, koordinasi dan supervisi antar lembaga pemberantasan korupsi," ungkapnya. Sementara terkait dengan siapa perwakilan yang ditunjuk KPK untuk gelar perkara tersebut, Nawawi belum merinci. Namun kemungkinan yang ikut ialah Deputi Penindakan KPK, Karyoto, bersama jajaran. "Itu bersifat teknis, mungkin cukup beberapa pejabat dari kedeputian penindakan, mungkin deputi atau direktur penyelidikan didampingi beberapa anggota penyelidik," tuturnya.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono, menyatakan gelar perkara penetapan surat jalan Djoko Tjandra akan dilaksanakan bersamaan dengan kasus penghapusan red notice. Awi menyebut kedua gelar perkara itu akan menghasilkan tersangka baru.

Sejauh ini, Polri telah menetapkan eks Kakorwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo dan pengacara Djoko Tjandra dalam upaya PK, Anita Kolopaking, sebagai tersangka dalam kasus surat jalan. Sementara terkait kasus penghapusan red notice, belum ada tersangka yang ditetapkan. Namun terkait hal ini, Irjen Pol Napoleon Bonaparte telah dicopot dari jabatan Kadivhubinter dan Brigjen Pol Nugroho Slamet Wibowo dicopot dari jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia.

Selain oknum perwira tinggi polisi, dalam kasus Djoko Tjandra juga terlibat jaksa dari Kejaksaan Agung (PSM). Mantan istri Kajati itu (PSM) bahkan sudah dijebloskan ke dalam tahanan. Disebut-sebut pula Djoko Tjandra dan penasihat hukumnya Anita berfoto dengan Kajari Jakarta Selatan bahkan dengan Ketua Mahkamah Agung yang diduga berkaitan dengan PK yang tengah diajukan Djoko Tjandra. Namun belum ada perkembangan untuk yang kedua ini. Apakah ada kaitannya, belum bisa dipastikan.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto