logo

Mensos Ajak Dunia Usaha Optimalkan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

Mensos Ajak Dunia Usaha Optimalkan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

Dirjen Dayasos Kemensos Edi Suharto.(foto,ist)
11 Agustus 2020 21:59 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: “Menteri Sosial Juliari P Batubara menyambut positif peran dunia usaha melalui CSR untuk mewujudkan kesesejahteraan sosial,” ujar Dirjen Pemberdayaan Sosial (Dirjen Dayasos) Edi Suharto usai membacakan sambutan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, pada Rakernas Forum CSR Kesos Tahun 2020 di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Pada Rakernas bertajuk, “Mewujudkan penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan di masa adaptasi kebiasaan baru untuk Indonesia Maju”, Dirjen Dayasos menyatakan, dengan adanya forum CSR akan menjadi suatu kemitraan strategis dan harmonis, antara Kementerian Sosial (Kemensos), Forum CSR, serta dunia usaha.

“Namun, terpenting adalah branding khas Forum CSR kesejahteraan sosial akan fokus pada kegiatan yang terpusat untuk menyentuh kebutuhan-kebutuhan dan hak-hak azasi dari warga PPKS," terangnya.

Pemenuhan berbagai kebutuhan dan hak azasi dari warga Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), dalam lingkup anak terlantar, lanjut usia (lansia), serta penyandang disabilitas. “Inilah yang akan menjadi core bussiness dari Forum CSR, dan di daerah sudah berjalan. Seperti saat pembagian sembako bagi warga terdampak pandemi dan upaya pencegahan Covid-19," ungkap Dirjen Dayasos.

Ke depan, imbuhnya, perlu ditingkatkan upaya-upaya penguatan ekonomi dengan kerja sama antara Kemensos dan Forum CSR, terlebih pada saat memasuki masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal. “Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru terjadi penurunan daya beli dan kemiskinan naik. Tentu saja, fokus Forum CSR selain melanjutkan bantuan sosial juga mengarahkan upaya meningkatkan pemberdayaan sosial bagi warga PPKS," tuturnya.

Melalui Rakernas ini diharapkan mampu merumuskan strategi terbaik, untuk CSR Kesejahteraan Sosial berkelanjutan pada masa kebiasaan normal baru, serta indikator hasil praktek kesejahteraan sosial secara komprehensif.

Editor : Markon Piliang