logo

Etnis Tionghoa Jangan Eksklusif, Harus Bersinergi Dengan Pribumi Bangun Jakarta

Etnis Tionghoa Jangan Eksklusif, Harus Bersinergi Dengan Pribumi Bangun Jakarta

Wagub DKI Jakarta Ariza membuka diskusi kebangsaan di TMII, Jakarta Timur, Selasa (11/8/2020).
11 Agustus 2020 13:28 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dalam rangka memperingati HUT RI ke-75, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan dialog kebangsaan dengan tema "Sejarah Peran Tionghoa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara".

Bertempat di Taman Budaya Tionghoa, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, diskusi ini berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, penyediaan fasilitas cuci tangan, dan pembatasan jarak serta jumlah tamu yang hadir secara fisik di ruang terbuka dan melalui daring.

Dalam acara tersebut, hadir Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria; Kepala Badan Kesatuan, Bangsa, dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Taufan Bakri; Ketua FKUB DKI Jakarta, Dede Rosyada; para pengurus FKUB Kota dan Kabupaten, serta para Pimpinan Majelis Agama-Agama Tingkat Provinsi DKI.

Ariza dalam diskusi tersebut menjelaskan pentingnya peran etnis Tionghoa dalam pembangunan Indonesia, khususnya Kota Jakarta. Bahkan, interaksi antara Warga Tionghoa dan Masyarakat Betawi sudah berlangsung sejak masih berbentuk Nusantara.

“Kita mengetahui hubungan komunikasi antara Warga Tionghoa dan masyarakat Jakarta, khususnya Betawi dari sisi historis telah berlangsung lama. Dalam sejarah Indonesia tercatat jauh sebelum kapal Portugis datang, para pedagang Tionghoa telah masuk ke tanah Betawi untuk berniaga. Ini berarti komunikasi awal warga Tionghoa dengan masyarakat Betawi di Pulau Jawa sudah berlangsung sejak lama,” ucap Ariza pada Selasa (11/8/2020).

Sejumlah pengamat sosial mengatakan, etnis China di Jakarta merasa eksklusif, enggan bergaul dengan pribumi. Mereka merasa lebih dari warga asli pribumi. Oknum konglomerat etnis China diduga mengemplang uang rakyat hingga triliunan rupiah yakni kasus koperasi Indo Surya dan Asuransi Jiwa Kresna (AJK) yang dipimpin oleh etnis China merugikan uang rakyat triliunan rupiah.

Politisi Partai Gerindra ini berharap acara ini dapat meningkatkan jalinan komunikasi dan silaturahmi. "Sehingga ke depan semakin meningkatkan keinginan dan motivasi kita, juga warga Tionghoa, selain bersinergi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, juga terus bahu membahu, berkomunikasi dan berkontribusi dalam pembangunan Jakarta," ucap Wagub.

Selain itu, menurut Ariza, Etnis Tionghoa juga berperan besar dalam sejarah penciptaan teknologi di bidang pertanian, pertambangan, teknologi kuliner, dan busana yang berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pemahaman yang kurang lengkap atau bahkan tidak lengkap terhadap eksistensi etnis Tionghoa di Indonesia menjadikan jarak yang lebar dengan etnis lainnya. Padahal sejarah telah mencatat peran etnis tidak kecil, banyak peran strategis bagi terbentuknya bangsa yang besar ini, bangsa Indonesia yang kita cintai," tuturnya.

Selain itu terdapat empat orang dari unsur Etnis Tionghoa yang berperan penting dalam perumusan kemerdekaan RI, yaitu Liem Koen Hian, Oey Tiang Tjoei, Oei Tjong Hauw, MR Tan Eng Hoa.Karena itu, Wagub Ariza mengajak generasi milenial saat ini untuk senantiasa mempelajari Sejarah Tionghoa di Jakarta.

"Generasi milenial masa kini harus mengenali, di samping menumbuhkan kesadaran bahwa bangsa ini penuh dengan keragaman, tapi juga tidak mungkin kita meninggalkan perbedaan, mulai dari yang alami dan historis, baik geografis, sosial, agama, Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda tapi tetap satu jua. Memiliki tekad yang sama untuk Indonesia yang lebih baik," tutur Ariza.    

Editor : Markon Piliang