logo

Musda Golkar Kota Bekasi Tunggu Hasil Mahkamah Partai

Musda Golkar Kota Bekasi Tunggu Hasil Mahkamah Partai

Ahmad Medur. (Foto: Dharma/suarakarya.id).
11 Agustus 2020 13:04 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - BEKASI: Penyelenggaraan Musda V Golkar masih menunggu hasil keputusan Mahkamah Partai terkait kejelasan penjualan Kantor Sekretariat DPD Golkar Kota Bekasi.

"Mahkamah Partai Golkar minta kepada Ketua Umum agar menunda pelaksanaan Musda Golkar Kota Bekasi sampai ada kejelasan dari Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi tentang penjualan aset," kata salah satu pengurus DPD Golkar Kota Bekasi Ahmad Medur kepada Suarakarya.id, Selasa (11/8/2020).

Ia mengatakan, pada Selasa (4/8/2020) minggu kemarin, Mahkamah Partai telah menghasilkan keputusan.

Mahkamah Partai Golkar menerima surat dari DPD Golkar Kota Bekasi pada 27 Juli 2020 terkait Mosi Tidak Percaya atas kepemimpinan Rahmat Effendi sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi dan juga penolakan penyelenggaraan Musda V Partai Golkar Kota Bekasi.

Setelah Mahkamah Partai menimbang membaca dan mempelajari surat tersebut dapat diterima dengan pertimbangan.

1. Saat ini Mahkamah Partai Golkar sedang mengkaji laporan DPD Golkar Kota Bekasi terkait dengan adanya mosi tidak percaya dari beberapa Pimpinan Kecamatan (PK) se Kota Bekasi.

2. Mahkamah Partai Golkar telah mengundang Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi untuk dimintai penjelasan terkait Penjualan Aset Partai Golkar Kota Bekasi, sesuai surat Mahkamah Partai Golkar nomor B-36/MPG-Golkar/VII/2020 tertanggal 30 Juli 2020 perihal Undangan Klarifikasi ke 2.

3. Bahwa menurut keterangan dari beberapa pengurus DPD Golkar Kota Bekasi hasil penjualan aset DPD Partai Golkar Kota Bekasi telah dibelikan sebidang tanah untuk membangun Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Namun bidang tanah tersebut suratnya masih atas nama Rahmat Effendi. 

Apabila dikemudian hari Rahmat Effendi tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Maka dengan sendirinya aset Partai Golkar tersebut menjadi milik Rahmat Effendi dan hal ini sangat merugikan Partai Golkar. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto