logo

300 Anak Alami Kekerdilan Selama Covid-19 Di Ternate

300 Anak Alami Kekerdilan Selama Covid-19 Di Ternate

Foto: Antara
10 Agustus 2020 20:50 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - TERNATE:  Persoalan lain mumcul belakangan ini di Ternate adalah angka kekerdilan selama Covid-19 di Ternate naik menjadi 300 anak.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menyatakan, angka kekerdilan selama pandemi Covid-19 mengalami peningkatan, terutama jumlah balita, hingga Juli 2020 sebanyak 300 orang.

"Meman g kalau dibandingkan dengan 2019, maka angka kekerdilan 1,5 persen. 300 orang itu tertinggi berada di Kelurahan Jambula dan Kelurahan Mayau Pulau Batang Dua," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Ternate, Asna Hamid,SKM kepada ANTARA, Senin (10/8/2020).

Dia  menyatakan, meningkatnya angkat kekerdilan hingga ini, karena pandemi Covid-19 dan masyarakat hanya di rumah saja, sehingga mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, makanya jumlah penderita kekerdilan di Ternate meningkat.

Sehingga dengan 178 posyandu tersebar di Kota Ternate, maka upaya Dinkes dengan menekan jumlah kekerdilan hingga Desember 2020 ditargetkan harus di bawah 15 persen, sehingga upaya edukasi dengan memberikan makanan seimbang kepada masyarakat memiliki balita, terutama di Kelurahan Jambula terbanyak yakni 17,9 persen dan Kelurahan Mayau Pulau Batang Dua akan terus diintensifkan petugas melakukan edukasi.

Asna mengatakan, untuk bayi 0-6 bulan diwajibkan untuk para ibu memberikan air susu ibu (ASI) secara intesif selama enam bulan, di mana petugas kesehatan intensif melakukan pemantauan selama i Covid-19 dengan dilakukan kunjungan dari rumah ke rumah.

"Kalau daerah masuk zona kuning ada prosedur tetap (Protap) penanaganan kekerdilan, ddi mana anggaran dialokasikan  untuk penanganan di posyandu," katanya.

Olehnya itu, dengan adanya pandemi Covid-19, maka Posyandu yang berada di zona hijau seperti Pulau Moti, Batang Dua dan Pulau Hiri tetap melaksanakan aktifitas sebagaimana biasanya, sedangkan masuk zonha merah pada April hingga Juli 2020 diberlakukan sesuai jadwal kelurahan ke puskesmas dengan menggunakan protokol kesehatan. 

Asna  menambahkan, guna antisipasi Covid-19, maka setiap orang tua yang memiliki balita saat di bawa ke Posyandu harus memakai   sarung sendiri, karena protokol kesehatan diterapkan mulai cuci tangan, jaga jarak dan pakai masker.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto