logo

BPP Kostratani Dituntut Lebih Cepat Menyajikan Data Pertanian

BPP Kostratani Dituntut Lebih Cepat Menyajikan Data Pertanian

10 Agustus 2020 19:30 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - MALANG: Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi membuat insan pertanian juga dtuntut untuk bisa secepat mungkin menyampaikan data dan informasi pertanian. Kementerian Pertanian mendorong hal tersebut dengan memperkuat peran Kostratani atau Komando Strategis Pembangunan Pertanian. Hal tersebut diungkapkan dalam Workshop Sistem Pelaporan Program Utama Kementerian Pertanian di BPP Kostratani lokasi IPDMIP yang berada di Jawa Timur, Senin (10/08/2020).

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi, peran Kostratani diperkuat lantaran Kostratani adalah garda terdepan untuk menjalankan program-program utama Kementan.

“Kita akan mentransformasikan seluruh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia menjadi  BPP Kostratani. BPP Kostratani akan menjadi pusat data dan informasi mengenai pertanian di penjuru Indonesia. Dan semua akan dipantau langsung Menteri Pertanian di AWR. Karena seluruh BPP Kostratani akan terkoneksi dengan AWR,” tuturnya.

Sementara Sekretaris BPPSDMP Kementan, Siti Munifah, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan BPPSDMP Suhirmanto, mengatakan perkembangan teknologi sangat pesat dan cepat. 

“Hal ini menyebabkan penyebaran arus data dan informasi pertanian juga harus dilangsungkan dengan cepat. Kondisi ini juga mempengaruhi kebijakan makro Kementan. Data yang bersumber dari bawah akan sangat membantu dalam memberikan informasi terkait kodisi pertanian,” tuturnya. 

Oleh karena itu, perlu dibangun alur data dan informasi terutama dari BPP sampai terhubung dengan AWR di Kementan. Dengan kostratani peran BPP akan lebih optimal untuk menyalurkan data secara real time.

Kostratani didorong agar lebih cepat dalam melayani petani dan menyampaikan data dan informasi perkembangan pertanian di wilayah kecamatannya. 

“Dengan Kostratani, peran BPP akan lebih optimal dalam menyampaikan arus data dan informasi secara cepat dan real time dan terpantau langsung di Agricultural War Room (AWR). Informasi ini diharapkan sebagai bahan masukan dalam menentukan kebijakan bagi pemerintah pusat,” ujarnya.

Siti Munifah menambahkan, perhatian Menteri Pertanian terhadap Kostratani sangat besar. Oleh sebab itu, Kementan terus berupaya dan berusaha agar Kostratani bisa berperan secara nasional. 

“Kostratani harus didukung secara aktif agar bisa maksimal menjalankan fungsinya sebagai pusat data dan informasi, pusat Gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan,” tuturnya. 

Upaya yang akan didorong dalam waktu cepat adalah menjadikan Kostratani sebagai pusat data dan informasi serta pusat Gerakan pembangunan pertanian terutama konektivitas ke AWR. Oleh sebab itu, dalam kesempatan yang sama dilakukan juga pelatihan bagaimana melaporkan data program utama agar bisa langsung konektivitas ke AWR.

“Peran Dinas baik provinsi dan kabupaten tidak bisa dikesampingan terutama keberlanjutan arus data dan informasi dari BPP Kostratani. Sinergi antara Lembaga baik kementerian maupun dinas sangat diperlukan. Kementerian pertanian sangat totalitas dalam membangun kostratani bahkan melibatkan program PHLN (Pinjaman Hibah Luar Negeri) dengan program IPDMIP, READSI, SIMURP dan YESS. Adapun program yang ada dijawa timur adalah IPDMIP, SIMURP dan Yess,” ujarnya.

Sementara Direktur Polbangtan Malang Bambang Sudarmanto, mengatakan penguatan Kostratani ini sebagai langkah awal.

“Kita akan mendukung dan akan melakukan pembinaan di BPP agar siap menjadi Kostratani. Ini suatu langkah awal, langkah awal terjadinya single data di Kementan. Karena semua data dan informasi tentang pertanian bisa diterima oleh AWR,” tuturnya. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan seluruh insan pertanian harus mengikuti perkembangan jaman.

“Kita sudah memasuki era pertanian 4.0 dimana semua dilakukan secara digital. Dan di tengah pandemi Covid-19, digitalisasi tersebut semakin cepat. Makanya kita pun harus mengikuti perkembangan teknologi tersebut dengan menggenjot Kostratani yang dilengkapi IT,” tuturnya.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto