logo

Gelar Bimtek, KONI Papua Pertegas Target Juara Umum PON XX

Gelar Bimtek, KONI Papua Pertegas Target Juara Umum PON XX

Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya memberikan keterangan kepada para wartawan sebelum menutup Bimtek di Hotel Marcopolo, Jakarta, Selasa (4/8/2020)
04 Agustus 2020 23:42 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pandemi virus corona (Covid-19) tidak menyurutkan semangat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua dalam menjaga kesiapan para atletnya demi mengamankan target untuk merebut juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021. Demi makin mematangkan persiapan 1.027 atlet Bumi Cendrawasih yang digodog dalam Pemusatan Latihan Daerah di berbagai provinsi, KONI Papua menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Penerapan Prinsip-prinsip Dasar Kepelatihan Dan Manfaat Periodisasi Bagi Pembinaan Atlet.

“Melalui Bimtek ini KONI Papua ingin menyamakan persepsi dengan pelatih dan asisten pelatih terkait periodisasi latihan dan kompetisi setelah pelaksanaan PON XX  diundur selama setahun akibat pandemi Covid-19. Persiapan selama ini diarahkan untuk mencapai peak performance pada jadwal awal PON XX pada bulan Oktober 2020. Namun karena ditunda maka perlu langkah-langkah mengatisipasi ini sehingga kita adakan Bimtek ini,” kata Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya kepada para wartawan sebelum menutup Bimtek di Hotel Marcopolo, Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Dengan mengenakan masker dan field shield sebagai penerapan protokol kesehatan saat Covid-19, Kenisius menyatakan, Bimtek yang berlangsung dari 1 – 4 Agustus 2020 ini memiliki arti penting untuk makin mematangkan persiapan para atlet demi meraih juara di PON XX yang akan digelar di Papua, 20 Oktober – 2 November 2021. “Apalagi sebagai tuan rumah kita menargetkan Papua merebut juara umum. Daerah lain tentu ingin meraih juara umum. Kami sebagai tuan rumah juga bertekad meraih sukses prestasi dengan merebut juara umum selain sukses penyelenggaraan,” ujarnya.

Demi terwujudnya target juara umum itu Kenius menjelaskan, KONI Papua telah menggelar persiapan atlet secara sentralisasi dan desentralisasi  sejak Juli tahun lalu yang dilaksanakan di Papua dan beberapa daerah di Indonesia.  Tempat penggemblengan para atlet Papua menyebar di  Sulawesi Selatan, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi).

"Kami terus mempersiapkan sungguh-sungguh dengan baik atlet Papua demi tercapainnya target menjadi juara umum.Salah satunya dengan mengadakan Bimtek di Jakarta ini yang berlangsung selama empat hari," kata Kenius didampingi Wakil Sekretaris PB PON Bidang Humas dan PPM, Adkis A Matdoan.

Dari perkembangan perisiapan selama ini terpantu kondisi para atlet Papua telah siap tempur untuk terjun berlaga Oktober tahun ini. Tapi adanya Covid-19 menjadikan pelaksanaan PON XX Papua harus ditunda setahun kemudian.Hal ini  membuat Papua kembali menyusun ulang program latihan agar atlet Papua benar-benar bisa tampil dalam puncak prestasi mereka pada PON XX yang akan dilangsungkan Oktober 2021 nanti.

“Makanya kami menggelar Bimtek untuk pelatih dan asisten pelatih ini guna menyusun ulang program atlet Papua agar mereka bisa tampil pada peak peformance pada pelaknaan PON yang diundur satu tahun,"kata Kenius."Kami memiliki waktu lagi untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan atlet kami,meski sebenarnya atlet kami sepenuhnya telah siap tanding bila PON XX Papua dilaksanakan pada Oktober tahun ini,"tambahnya.

Program ini pun telah mendapatkan restu dari Gubernur Papua Lukas Enembe."Bapak Gubernur Lukas Enembe selaku Ketua KONI Papua sudah menyetujui program kerja KONI terkait dengan TC Sentralisasai dan Desentralisasi persiapan PON 2021," tutur Kenius."Pengunduran pelaksanaan PON XX Papua,kami harapkan menjadikan pelatih dan atlet dapat lebih baik mempersipakan diri dari segi fisik maupun mental,"imbuhnya.

Kenius menjelaskan, Bimtek yang diikuti 75 pelatih dan asisten pelatih dari 4 rumpun Cabor yakni Beladiri, Permainan, Terukur dan Akurasi ini untuk merekonstruksi periodesasi latihan dan kompetisi. Disinilah pentingnya  penyamaan presepsi dan pemahaman antara KONI, pelatih dan asisten pelatih terkait periodisasi latihan dan kompetisi sangat penting untuk merumuskan skema pembinaan dan latihan atlet jelang PON XX.

Disebutkan, Bimtek di Jakarta ini untuk para pelatih dan asisten pelatih cabor yang dipersiapkan di luar Papua. Sedangkan untuk yang di Papua sudah lebih dulu diadakan di Papua.

Tuan rumah Papua menyertakan atlet potensial mereka untuk mengikuti 37 cabor yang dipertandingkan di PON XX.Mereka terdiri cabor akurasi sebanyak 51 atlet, cabor beladiri 52 atlet, cabor terukur 83 dan cabor permainan sebanyak 259 atlet.

Venue Siap

Sementara itu Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON)XX Papua menerangkan jika persiapan pelaksanaan PONsudah mencapai 90 persen.  "Persiapan veneu, akomodasi dan SDM telah 90 persen.Waktu satu tahun pengunduran pelaksaan PON XX Papua menjadikan kami optimis untuk melaksanakankan PON XX dengan kesiapan yang lebih baik lagi," jelas Wakil Sekretaris IV PB PON Bidang Humas dan PPM, Adkis A. Matdoan.

Ia juga menegaskan bahwa media center utama PON XXPapua  dipusatkan di Gedung Sasana Krida Kompleks Kantor Gubernur Papua, Jl. Soai Siu, Dok II, Kota Jayapura. Jaraknya 16,35 km dari arah timur Stadion Papua Bangkit (SPABA) di kawasan Kampung Harapan, Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

“Gedung Sasana Krida kami jadikan Media Center utama PON XX Papua. Kami juga akan menempatkan Media Center di setiap arena," jelasnya."Kami juga ingin menjadi tuan rumah yang baik dengan melayani kebutuhan wartawan yang hadir meliput langsung ke Papua," lanjutnya.

Dalam bagian lain Azis mengemukakan, kehadirannya di Jakarta juga untuk membicarakan persyaratan dan perpanjangan waktu pendaftaran para wartawan yang akan meliput PON XX. Setelah aplikasi pendaftaran wartawan diluncurkan Juli lalu masih ada persyaratan yang belum bisa menampung animo tinggi para wartawan untuk meliput ke Papua. Perubahan persyaratan ini akan dirapatkan PB PON bersama KONI Pusat dan PWI Pusat.

“Nanti akan ada beberapa perubahan untuk mempermudah pendafataran para wartawan serta juga waktu pendfataran bisa diperpanjang. Kami membutuhkan data lebih awal para wartawan peliput PON ini untuk menyiapkan akomodasi dan konsumsi nanti. Ini kami perlu lakukan dengan cermat,” ucapnya. ***