logo

Mimpi Gus David Sejahterakan Rakyat Surabaya Lewat Posko Pilkada

Mimpi Gus David Sejahterakan Rakyat Surabaya Lewat Posko Pilkada

04 Agustus 2020 18:33 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Tidak semua tim pemenangan pilkada bekerja full power hanya untuk memenangkan calon kepada daerah. Seorang dokter gigi dan pengusaha yang masuk tim pemenangan salah satu bakal calon wali kota (bacawali), drg David Andreasmito justru lebih tertarik memakmurkan warga Kota Surabaya, ketimbang sekedar mengantar seseorang menuju balai kota.

Ditemui di Surabaya, Dewan Pembina Relawan Machfud Arifin Arek Surabaya (REMAAS) ini mengaku terlibat aksi dukung mendukung karena prihatin dengan kondisi Kota Surabaya yang bertolak belakang antara image dan kenyataan. "Dilihat dari covernya, Surabaya terlihat rapi, indah. Tapi sejatinya, warganya banyak yang miskin, tinggal di permukiman kumuh. Data kemiskinan yang ada, sangat tidak akurat," ujarnya, Selasa (4/8/2020).

Lahir dari keluarga seniman di Kampung Malang Lor Surabaya, David mengaku tak punya passion untuk menjadi politisi, wakil rakyat, apalagi wali kota. Kalaupun belakangan memutuskan bergabung dan all out mensuport REMAAS, bapak satu anak ini mengaku hanya merasa punya tujuan sama memakmurkan warga Surabaya dengan cara berbeda.

David paham kondisi kota karena sering blusukan, termasuk ke pondok pesantren dan rutin berbagi nasi bungkus untuk jamaah Shalat Jum'at di puluhan masjid Kota Surabaya. Pria beragama Kristen yang akhirnya sering dipanggil Gus David ini, mengaku salut dengan gagasan pendirian 1.405 posko REMAAS yang tersebar di setiap RW di Kota Surabaya.

Owner sejumlah klinik gigi berlabel Jet-Z Dental Clinic dan importir mobil bekas ini melihat ada peluang besar untuk membantu mendongkrak kesejahteraan yang didambakan, lewat posko-posko bentukan REMAAS. Dilatarbelakangi beda data kemiskinan antara Pemkot dengan fakta lapangan itulah, Gus David langsung mensuport gagasan pembuatan Kartu Pelayanan Masyarakat (KPM) ala REMAAS. "Kartu ini ada barcodenya, data identitas yang bersangkutan sangat valid, karena direkomendasi oleh warga setempat," ujarnya.

Untuk tahap awal, pria kelahiran Surabaya, 23 April 1967 itu mensuport penjualan beras premium murah di setiap posko. Selain ingin membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19, misi utamanya adalah mengajak warga sekitar posko agar terbiasa berbisnis.

Gus David siap merogoh kantong lebih dalam untuk mensubsidi ratusan ton beras premium yang akan digelontor ke ribuan posko tersebut. Harga berasa premium di pasaran yang harganya di atas Rp10 ribu perkilo itu, dijual di posko maksimal hanya Rp7 ribu perkilo.

Proses jual beli beras murah untuk para pemegang KPM yang jumlahnya sudah tembus di atas 5.200 orang itu, diserahkan sepenuhya pada pengelola posko. Menyusul beras premium murah, pihaknya juga siap mensubsidi komoditas lain yang fokusnya tetap untuk membiasakan anggota REMAAS berbisnis.

Pada saat bersamaan, pihaknya bersama REMAAS yang dikomandani Yayuk Sri Wahyungsih, melakukan pemetaan potensi di masing-masing posko. "Kami siap all out membantu mengembangkan posko-posko itu menjadi aneka sentra industri seperti di China," ujarnya.

Andai boleh usul, Gus David bahkan lebih setuju bila Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dihapus. Operasional tambang uang milik daerah itu, kata dia lebih baik diserahkan kepada para pelaku UKM yang jumlahnya ribuan di Kota Surabaya. "Kunci kesejahteraan itu ada di UKM. Bayangkan kalau setiap UKM yang jumlahnya ribuan itu, mempekerjakan 50 orang. Beban Pemkot Surabaya pasti jauh berkurang," tegasnya.

Bapak satu anak ini juga bermimpi hendak membentuk koperasi yang beranggotakan para anggota REMAAS yang terdaftar di posko-posko tersebut. Apalagi semua pihak sudah sepakat, agar program yang sudah tersusun rapi itu akan terus berlanjut, lepas dari soal siapa yang bakal terpilih menjadi Wali Kota Surabaya.

Meski saat ini REMAAS berpihak pada Bacawali Machfud Arifin (MA), David tak begitu tertarik pada soal persaingan di bursa pilkada. "Buktinya, saya pilih terpisah dari MA Center, karena merasa lebih satu tujuan dengan REMAAS yang sebetulnya hanya salah satu dari 18 elemen massa pendukung MA," ujarnya.

Pada bagian lain, Ketua REMAAS, Yayuk Sri Wahyuningsih mengakui militansi David dalam program mensejahterakan warga Kota Surabaya. Berbeda dengan dirinya yang hanya bermodal nekat (bonek) dan jaringan massa yang kuat, David diakui punya banyak kelebihan yang menjadi incaran elemen massa yang lain.

Keterlibatan Gus David dalam REMAAS, kata dia, menjadikan beragam kendala yang dihadapinya menjadi jauh lebih ringan. "Pak David sejak awal memang all out untuk kami. Mendukung kami yang punya mimpi besar mensejahterakan warga Surabaya dengan cara kami sendiri," ujar Yayuk yang juga penggiat anti narkoba di Kota Surabaya tersebut.***