logo

PWRI - BKKBN Sepakat Beri Kesempatan Para Pensiun Mengembangkan Gerakan KB

PWRI - BKKBN Sepakat Beri Kesempatan Para Pensiun Mengembangkan Gerakan KB

Ketua Umum PWRI Prof Dr Haryono Suyono (kanan) dan Kepala BKKBN Dr drHasto Wardoyo SpOG (K) (kiri).(foto,ist)
03 Agustus 2020 22:04 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Para pensiunan pegawai Negeri yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan pensiunan pegawai BKKBN yang ada dalam perkumpulan “Juang Kencana”, dan bergabung dalam PWRI. Agar diberi kesempatan menyumbangkan tenaga, turut melanjutkan gerakan Keluarga Berencana (KB), yang berhasil membudayakan norma keluarga kecil dan memperoleh penghargaan PBB pada tahun 1969.

Hal itu mengemuka ketika Ketua Umum PWRI Prof Dr Haryono Suyono, yang didampingi sejumlah pengurus PWRI, yakni Dr Moch. Soedarmadi, Dr Mazwar Noerdin dan Dr Mulyono Dani Prawiro, bersilaturahmi dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Dr (HC) dr Harto Wardoyo SpOG (K) di kantor BKKBN, di Jakarta, Senin (3/8/2020).

"Gerakan KB, guna membangun keluarga Indonesia menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Seperti dicita-citakan sejak dibentuknya BKKBN pada tahun 1970," tutur Haryono.

Pada kesempatan itu, Haryono yang juga mantan Kepala BKKBN mengucapkan selamat atas anugerah Doktor Honoris Causa yang diterima oleh Dr dr. Hasto Wardoyo SpOG (K) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), di Yogyakarta, Sabtu (1/8/2020) kemarin.

Haryono menyatakan rasa bangganya, terhadap dr Hasto Wardoyo, yang mengawali karirnya sebagai dokter muda di sebuah Puskesmas, dan banyak berkecimpung dalam program KB. Sampai akhirnya, mendapat kepercayaan sebagai Bupati Kulon Progo, Yogyakarta hingga dipercaya sebagai Kepala BKKBN Pusat.

Pada pembicaraan kedunya, yang penuh kekeluargaan, akhirnya disepakati kerja sama beberapa program, yang segera akan dimulai Agustus 2020 ini. Jajaran PWRI yang beranggotakan lebih dari 5.000.000 pensiunan pegawai negeri yang tersebar di seluruh Indonesia bekerja sama dengan BKKBN dan jajarannya, yang juga tersebar di seluruh pelosok dengan petugas lapangan KB yang militan.

Untuk itu, nota kerja sama yang telah ditandatangani di masa lalu, akan disegarkan dengan perincian program yang lebih nyata dan dapat dilaksanakan sebagai rasa cinta kasih dan kepedulian para lansia, terhadap anggota keluarga tiga atau empat generasi, anak, cucu dan cicit yang ada dalam masyarakat luas.

Pertemuan tersebut akan segera ditindak lanjuti sehingga diharapkan pada Agustus 2020 ini, akan dilakukan penyegaran nota kerja sama, antara Kepala BKKBN Pusat dan Ketua Umum PB PWRI. Sehingga, dalam pertemuan antara seluruh anggota PWRI September atau Oktober 2020 mendatang, beberapa program sudah bisa berjalan lancar di seluruh jajaran PWRI di seluruh Indonesia.

Karenanya, pada Agustus 2020 akan dimulai Webinar melalui berbagai Media Sosial, sebagai upaya agar seluruh jajaran PWRI, PJK dan berbagai organisasi pensiunan dari banyak Kementerian dan BUMN membantu upaya BKKBN, melayani pemberdayaan dan pembinaan penduduk lanjut usia. Baik pensiunan atau penduduk lansia yang melimpah jumlahnya di desa dan di kampung di kota di seluruh Indonesia.

PWRI dan BKKBN juga akan menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Nasional, yang telah dirintis pembicaraan awalnya, antara Ketua Umum PWRI dan Kepala Perpustakaan Nasional. Untuk menjadikan sekitar 5900 Pusat Informasi yang ada di tiap kecamatan, dan akan dikembangkan menjadi sekitar 7000 kecamatan di seluruh Indonesia, sebagai pusat gerakan sadar literasi.

Dengan melengkapi buku-buku dan akses bahan bacaan melalui hubungan internet dari jaringan Perpustakaan Nasional dengan Perpustakaan Desa di seluruh Indonesia . Kerja sama Jaringan Webinar dan Perpustakaan Kecamatan dan Desa itu mendorong pengembangan dan pembinaan jarak jauh para lansia, yang mengajak masyarakat desa membangun Kebun Bergizi di halaman rumah, Usaha Kecil bidang industri rumahtangga dan perdagangan, serta kemungkinan pengembangan wisata desa, seni dan budaya dengan memanfaatkan bahan bacaan yang akan tersedia melimpah di Desa.

"Melalui kombinasi Gerakan KKN mahasiswa, kegiatan ini bisa menjadi peluang yang besar. Untuk ikut membantu pembangunan desa, masyarakat, serta keluarga desa," tutur Pakar Pemberdayaan Keluarga tersrbut.

Haryono menerangkan, PWRI bekerja sama dengan jajaran BKKBN akan menggerakkan anggota PWRI di desa untuk cinta dan sayang pada cucu dan cicit. Sehingga, siap menemani para orangtua balita, membawa anak balita ke Posyandu dan PAUD. Untuk ditimbang dan mendapat penanganan para petugas Posyandu dan ikut kegiatan dalam PAUD.

Posyandu dan PAUD yang banyak dibangun dengan Dana Desa akan dikembangkan menjadi Pos Keluarga Sejahtera (Poskesra) yang melayani keluarga muda, pasangan usia subur, juga keluarga lansia dalam kapasitas sebagai Sanggar Lansia Sejahtera tingkat desa atau dukuh sesuai kebutuhan dan perkembangannya.

Semua perencanaan itu, merupakan penyegaran dari berbagai kegiatan yang makin ditegaskan dan akan dibahas secara tuntas dengan Direktur Lansia BKKBN dan aparat lain di BKKBN. Dalam lingkungan PWRI akan menjadi bahan pertemuan tingkat nasional dan regional di daerah.

Agar menjadi program kegiatan operasional, sehingga Jajaran PWRI sebagai pejuang yang memiliki moto “Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan” memiliki kegiatan yang mendukung penduduk lansia, yang berusia panjang tetap berguna untuk masyarakat luas.

Editor : Gungde Ariwangsa SH