logo

Bencana & Pandemi

Bencana & Pandemi

03 Agustus 2020 00:01 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, SE, MSi

Pandemi covid-19 ternyata juga disertai sejumlah bencana di sejumla daerah. Kondisi ini jelas berdampak sistemik terhadap kondisi perekonomian di daerah bencana. Dampak bencana tidaklah kecil. Setidaknya ada berbagai persoalan yang segera penting untuk ditindaklanjuti agar geliat ekonomi bisnis pasca bencana bisa terbangun. 

Argumen yang mendasari adalah fakta rusaknya sejumlah infrastruktur. Oleh karena itu, identifikasi dan pemetaan terhadap semuanya menjadi penting agar secepatnya dilakukan perbaikan dan pemulihan fungsinya bagi kepentingan para korban bencana ditengah pandemi. 

Selain itu, upaya pemulihan perekonomian juga penting karena geliat ekonomi bisnis di daerah pasca bencana sejatinya tidak hanya mengacu kepentingan jangka pendek tetapi juga berorientasi jangka panjang, terutama menghidupkan kembali mata rantai ekonomi bisnis di daerah bencana. Tentunya upaya ini juga membutuhkan keterlibatan perbankan, asuransi dan campur tangan dari pemerintah pusat – daerah. Bahkan, dana desa juga bisa dimanfaatkan secepatnya membangun dan merestrukturisasi jejaring ekonomi sehingga geliat ekonomi bisnis di daerah pasca bencana bisa segera pulih dan berdampak sistemik terhadap perbaikan ekonomi di daerah yang terkena bencana. Artinya penanganan dalam aspek ekonomi bisnis menjadi penting. 

Meski bencana bukan faktor yang bisa diprediksi namun upaya untuk meminimalisir dan mereduksinya menjadi penting. Oleh karena itu, para pelaku ekonomi bisnis ke depan perlu melakukan kaji ulang terhadap pentingnya asuransi kebencanaan, apapaun bentuk usaha ekonomi bisnis digeluti. Argumen yang mendasari pentingnya menjaga aset dan juga omzet. Artinya, aset-aset yang ada perlu juga dijaminkan melalui asuransi. Kalau selama ini publik lebih mengenal asuransi jiwa, maka ke depan perlu ada juga upaya membangun kesadaran kolektif untuk melakukan asuransi aset dunia usaha agar tidak menjadi bangkrut ketika terjadi bencana. 

Sekali lagi, bencana memang tidak bisa diprediksi namun menghindari dan tentunya ini terkait dengan upaya mereduksi kerugian pasca bencana adalah penting. Salah satunya bisa dilakukan dengan asuransi. Artinya, identifikasi dari kebutuhan asuransi memang harus dilakukan, tidak hanya bagi pelaku ekonomi bisnis, tetapi juga masyarakat secara umum sehingga mampu meminimalisir kerugian yang terjadi. Pihak asuransi tentunya juga melihat serangkaian bencana beruntun di republik ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif terkait pentingnya berasuransi secara umum agar tidak ada yang dirugikan atas semua musibah yang terjadi. Oleh karena itu, kasus asuransi di awal semester 2020 menjadi signal positif untuk membangun bisnis asuransi lebih baik.

Asuransi pertanian adalah salah satu yang banyak dikaji ketika terjadi bencana, meski di sisi lain banyak juga wacana tentang asuransi bisnis untuk ritel dan jenis usaha lainnya. Artinya, pelaku usaha asuransi bisa melakukan pemetaan terhadap sejumlah faktor yang penting dalam keasuransian sehingga bisa mencakup semua kebutuhan yang bisa untuk mereduksi kerugian material pasca bencana. Oleh karena itu, ada peluang bisnis dibalik bencana yang terjadi, meski kita tetap tidak berharap terjadi bencana. Paling tidak, fakta yang ada menunjukan liputan tv tentang kerugian akibat bencana ditengah pandemi saat ini. Artinya, perhatian terhadap para korban bencana di tengah pandemi tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah pusat, tapi juga daerah dan juga koordinasi secara sektoral dan lintas sektoral. ***

* Dr. Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo