logo

Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia Versi Tripadvisor

Bali Jadi  Destinasi Wisata Terbaik Dunia Versi Tripadvisor

Secret Garden, Buleleng, Bali. (Foto: instragram.com/princeofparadise).
02 Agustus 2020 00:11 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Bali dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik dunia dari 25 destinasi terbaik menurut perusahaan perjalanan wisata daring tripadvisor, dalam penghargaan Travellers Choice atau pilihan wisatawan untuk kategori Destinasi Terbaik Dunia, bersama London (Inggris), Paris (Prancis), dan Crete (Yunani).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (1/8/2020) menyambut baik ditetapkannya Bali sebagai salah satu destinasi terbaik dunia versi tripadvisor.

“Kami berharap penetapan itu semakin memotivasi kita semua untuk bisa menumbuhkan Bali-Bali baru. Bahkan mendorong upaya untuk meningkatkan pariwisata Bali agar semakin ramah dan berkelanjutan,” katanya.

Situs travel planning and booking itu menobatkan Pulau Dewata dalam empat besar dunia destinasi wisata terbaik.

Keindahan Bali dalam situs www.tripadvisor.com diibaratkan sebagai kartu pos yang hidup bahkan sepotong surga di Indonesia.

Bali menawarkan wisata pantai dengan pasir putih yang bersih, wisata selam termasuk bisa melihat bangkai kapal perang dunia II, wisata budaya, hingga wisata spa dan yoga di Ubud.

Terlebih selama ini Bali sudah dikenal di dunia sebagai destinasi alam dan budaya yang banyak difavoritkan wisman.

Wisatawan pun bisa mulai bersiap untuk mengunjungi Bali karena di masa adaptasi kebiasaan baru, kata Wishnutama, dunia pariwisata Bali dibuka secara bertahap sejak 9 Juli 2020 untuk masyarakat lokal, 31 Juli 2020 untuk wisatawan nusantara. Rencananya September 2020 akan dibuka bagi wisatawan mancanegara.

“Diharapkan setelah dibuka, penerapan protokol kesehatan dapat tetap dijalankan dengan disiplin. Jangan sampai setelah dibuka timbul gelombang kedua COVID-19 hal itu yang harus dihindarkan, lantaran pariwisata itu adalah bisnis kepercayaan,” ujarnya dikutip Antara.

          Siap Menyambut

Sebelumnya Menparekraf  Wishnutama Kusubandio mengapresiasi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali yang telah menyatakan diri siap menyambut kunjungan wisatawan kembali.

“Kini, Bali telah siap mengimplementasikan protokol kesehatan pada tatanan era baru. Karena itu, saya sangat berbahagia karena besok pariwisata Bali siap menyambut wisatawan nusantara kembali. Kami juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam penerapan digitalisasi di kawasan destinasi wisata berbasis QRIS,” ujar Wishnutama, Jumat  (31/7/2020).

Menparekraf menyambut baik langkah masyarakat Bali yang tetap optimistis dan berpikir positif untuk tetap membangun pariwisatanya ke depan.

Wishnutama mengatakan, Kemenparekraf memberikan pendampingan mulai dari persiapan hingga pembukaan kembali destinasi wisata di Bali.

Untuk menguatkan program Sapta Pesona dan Revitalisasi Amenitasnya. Serta memberikan berbagai fasilitas diantaranya alat pendukung kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

“Untuk itu mari bersama-sama menjalankan penerapan protokol CHSE dengan sebaik mungkin untuk menciptakan rasa aman bagi wisatawan dan yakin dengan destinasi wisata kita,” katanya.

Sektor pariwisata di Provinsi Bali mendeklarasikan diri siap menyambut wisatawan nusantara (wisnus) untuk kembali menikmati keindahan alam, budaya, dan seni pertunjukan di Pulau Dewata mulai 31 Juli 2020 dalam suasana adaptasi kebiasaan baru.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu bidang yang sangat diperhatikan pemerintah. Lantaran dianggap bisa membuka lapangan pekerjaan yang banyak dan menjadi menyumbang devisa yang besar bagi negara.

“Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang nyata bagi seluruh sektor, terutama bagi sektor pariwisata. Sekarang perekonomian sudah mulai dipulihkan. Dan hari ini sangat bersejarah karena kita membuka kembali sektor pariwisata Bali. Dengan mempertimbangkan berapa jumlah orang yang positif, berapa banyak zona hijau. Bukan asal membuka,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia juga menekankan kepada semua pemangku kepentingan pariwisata di Bali, setelah dibuka kembali nantinya sektor pariwisata membutuhkan kerja sama dan kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Bali hampir semua sudah zona hijau, dan tidak ada zona merah. Kerja sama antara kita penting. Kita harus membangun team kerja untuk itu, protokol kesehatan tidak bisa ditawar,” ujarnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto