logo

Yunus Nusi Ditunjuk Plt Sekjen, Towel: PSSI Dikelola Ugal-ugalan

Yunus Nusi Ditunjuk Plt Sekjen, Towel: PSSI Dikelola Ugal-ugalan

31 Juli 2020 15:09 WIB
Penulis : Azhari Nasution

SuaraKarya.id - JAKARTA : Pengamat sepakbola, Tommy Welly sependapat dengan mantan Plt Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan yang menyebut Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan telah melanggar statuta FIFA/PSSI sejak mengangkat Yunus Nusi sebagai Plt Sekjen PSSI menggantikan Ratu Tisha yang mengundurkan diri pada April lalu.  

"Saya tahu persis pak Hinca Panjaitan itu salah satu anggota Tim Perumus Statuta PSSI yang diketuai pak Dali Taher. Jadi, saya sepakat dengan pendapatnya soal pengangkatan Yunus Nusi sebagai Plt Sekjen PSSI telah melanggar statua FIFA/PSSI. Sekjen itu harus orang profesional dan bukan dari anggota Exco PSSI," kata Tommy Welly yang dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (30/7/2020). 

Pengangkatan Yunus Nusi tersebut bukan hanya Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan telah melakukan pelanggaran statuta. Tetapi, kata Tommy Welly yang akrab dipanggil Towel, Iwan Bule menunjukkan bahwa dirinya mengelola PSSI semakin keluar dari jalurnya tatkala ingin mempertahankan Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi memegang jabatan hingga usai Piala Dunia 2021.

"Kalau sampai Plt Yunus Nusi dipertahankan sampai usai Piala Dunia U 20 2021, Iwan Bule bukan hanya mengelola PSSI keluar jalur tetapi sudah ugal-ugalan," tegasnya.

Seperti diketahui Yunus Nusi bukan hanya sebagai Plt Sekjen PSSI dan Exco PSSI, tetapi dia juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Timur. "Sebaiknya Sekjen PSSI itu memang dari kalangan profesional. Tetapi, jika memang Iwan Bule menginginkan Yunus Nusi sampai usai Piala Dunia U 20 2021 maka pilihannya harus mundur dari Exco PSSI. Jangan dirangkap agar bisa lebih fokus. Begitu juga dengan jabatan Ketua Aspov PSSI harus dilepas agar menghindari adanya conflict interest," jelas Towel. 

Sebelumnya, Hinca Panjaitan mengatakan pengangkatan Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi sudah melanggar aturan FIFA/PSSI apalagi ada keinginannya untuk mempertahankan Exco PSSI ini tetap menjadi motor penggerak organisasi sepakbola hingga pelaksanaan Piala Dunia U 20 2021 usai. 

"Pengangkatan Yunus Nusi sebagai Plt Sekjen PSSI itu sudah melanggar statuta FIFA apalagi mempertahankan posisinya hingga Piala Dunia U 20 2021 usai. Jangan terus melanggar statuta FIFA. Itu pelanggaran dan mencederai," katanya, 

Menurut Hinca yang juga menjadi salah satu anggota Tim Perumus Statuta PSSI, Sekjen PSSI itu merupakan orang profesional yang ditunjuk Ketua Umum PSSI yang bukan berasal dari anggota Exco PSSI. Itu poin pentingnya ketika statuta PSSI disetujui FIFA. Sejak itu, PSSI masuk federasi modern sesuai Statuta FIFA dan melakoninya terus sampai saat Ratu Tisha memehgang jabatan dan mengundurkan diri sebagai Sekjen PSSI.

"Sekjen itu adalah motor utama dan harus profesional. Fungsinya adalah menjalankan organisasi, melayani Exco dan organ teknis lainnya," jelas Anggota Komisi III DPR RI ini.
Pengangkatan Plt Sekjen yg diambil dari Anggota EXCO itu menyalahi Statuta PSSI. Sebab, itu merupakan dua jabatan yang berbeda dan berbeda pula fungsinya.

"Sebaiknya, pilih salah satu. Jika memang Iwan Bule menginginkan Yunus Nusi maka pilihannya Yunus Nusi mundur dari Exco PSSI. Begitulah yang pas, tak kurang tak lebih. Jangan dirangkap. Agar bung Yunus juga fokus dan organisasi PSSI juga pas dijalankan sesuai jalurnya," tegasnya. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH