logo

Mendes PDTT Ajak Calon Wisudawan IPDN Total Mengabdi Untuk Bangsa

Mendes PDTT Ajak Calon Wisudawan IPDN Total Mengabdi Untuk Bangsa

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kanan) di hadapan para calon wisudawan IPDN.(foto,ist)
22 Juli 2020 23:17 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SUMEDANG: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar minta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), untuk senantiasa menempatkan niat mengabdi untuk bangsa dan negara menjadi satu-satunya niat untuk berkhidmat dan berbakti.

Hal itu dikemukakan Gus Menteri, sapaan akrab Mendes PDTT, saat menyampaikan pembekalan kepada calon wisudawan, di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020).

Dia menyatakan, niat mengabdi untuk bangsa dan negara sangat penting sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. "Niat itu memberi warna, memberi atmosfir, memberi suasana kehidupan dan kejiwaan yang totalitas," ujarnya.

Gus Menteri menilai, jika sudah berniat sepenuhnya mengabdi untuk bangsa dan negara, maka tidak akan ada beban selain beban untuk berbuat yang terbaik.

Dihadapan 881 calon wisudawan, Gus Menteri menjelaskan, perjalanan spiritualnya ketika menempatkan niat mengabdi untuk bangsa dan negara menjadi satu-satunya tujuan dalam kehidupannya.

“Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya. Dalam tataran akademik, saya mendapatkan penganugerahan doktor honoris causa dari Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam tataran pemerintahan, saya mendapatkan anugerah ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Desa, Pembangunan Derah Tertinggal dan Transmigrasi,” jelasnya.

Gus Menteri menyatakan, semuanya didapat bukan karena dirinya orang hebat. “Bukan karena saya orang yang berprestasi, bukan karena saya orang yang mumpuni. Tapi, semata-mata saya dapatkan karena semua yang saya lakukan pada masa lalu didasarkan pada niat untuk pengabdian kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Karenanya, Gus Menteri mengajak calon wisudawan IPDN untuk kembali menata niat. Agar apa yang dilakukan hari ini, esok dan masa yang akan datang dapat memberikan manfaat untuk bangsa dan negara.

“Saya mengajak, agar pada saatnya, kalau perlu boleh hari ini, niatnya ditata betul-betul. Diniatkan pada kepentingan pengabdian kepada bangsa dan negara. Itu prinsip hidup yang perlu kita bangun sejak sedini mungkin,” ungkap Gus Menteri

Editor : Dwi Putro Agus Asianto