logo

Menkumham Perintahkan Dirjen PAS Usut Dugaan Kebobrokan Rutan Salemba

Menkumham Perintahkan Dirjen PAS Usut Dugaan Kebobrokan Rutan Salemba

Menkumham Yasonna H Laoly
13 Juli 2020 20:16 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly mengatakan akan meminta Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Reinhard Silitonga untuk segera memeriksa kebenaran keadaan Rutan Salemba yang dinilai bermasalah oleh eks terpidana makar, Surya Anta.

“Saya sudah perintahkan diperiksa. Dirjen sudah saya perintahkan memeriksa ke sana," kata Yasonna H Laoly, Senin (13/7/2020) .

Salah seorang eks terpidana makar kasus Papua, Surya Anta, lewat akun Twitter-nya mengeluarkan kesaksiannya saat mendekam di Rutan Salemba. Dia menceritakan saat di dalam rutan, dirinya pernah ditawari shabu di lantai dua. Dia juga pernah dimintai uang untuk bisa mendapatkan kamar atau lapak.

Surya juga menyaksikan bagaimana banyak tahanan yang tak punya uang untuk membayar kamar atau lapak, sehingga hanya tidur di emperan lorong.  

Yasonna H Laoly tak menjawab apakah dirinya akan memberi sanksi Kepala Rutan Salemba. Namun dia mengatakan timnya harus memeriksa dan memverifikasi terlebih dahulu kesaksian Surya Anta itu. "Harus diperiksa dulu dong benar apa tidak? Makanya sekarang kan ada tim, dari dulu kan sudah kami minta kalau ada yang bersalah harus ditindak," ujarnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti, mengklaim pihaknya selalu bersikap tegas terhadap penyalahgunaan prosedur dan wewenang di lingkungan pemasyarakatan Kemenkumham. Dia memberi contoh bentuk ketegasan tersebut terkait komitmen memerangi pungutan liar dan narkoba. "Kami komitmen perangi narkoba. Bisa dilihat upaya dari jajaran kami. Bisa dilihat berulang kali menggagalkan modus barang terlarang termasuk narkoba ke Lapas, di Mojokerto mencoba memasukkan yang kami tidak pernah terpikirkan sama sekali bahwa masuk narkoba ke sayur lodeh. Yang pasti kami terus berupaya melakukan pelayanan dan pembinaan yang terbaik di seluruh penghuni baik itu narapidana maupun tahanan. Memberantas pungli dan peredaran narkoba," tegas dia.

Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Nelson Nikodemus Simamora meminta Menkumham  turun tangan terkait kebobrokan Rutan Salemba. Kalau perlu, Yasonna memecat jajaran hingga petinggi Rutan Salemba karena 'membiarkan' terjadinya penyimpangan-penyimpangan seperti pungli hingga peredaran narkoba. "Harus diusut. Selidiki siapa-siapa saja yang 'bermain', karena itu pasti sepengetahuan orang rutan-lapas," kata Nelson.

Nelson menyatakan berbagai praktik penyimpangan di dalam Rutan, seperti peredaran narkotika hingga pemalakan pasti diketahui oleh para petinggi dan petugas rutan. Ia menegaskan penegakan hukum bagi petugas yang melanggar dan membiarkan hal tersebut wajib diberlakukan tanpa pandang bulu. "Tangkap semua, pecat, penjarakan. Karena kalau masuk rutan-lapas itu kan digeledah badan, pakai mesin pemindai setinggi 3 meter, dan seterusnya. Dari mana bisa masuk?" kata dia.

Nelson sendiri mafhum bila praktik peredaran narkotika, kasus pemalakan hingga kelebihan kapasitas rutan dan lapas sudah menjadi rahasia umum di Indonesia. Dia bahkan mencatat mayoritas atau sebesar 80-90 persennya penghuni rutan-lapas di Indonesia merupakan narapidana atau tahanan narkotika.

Editor : Gungde Ariwangsa SH