logo

Kemenperin Dorong Pengembangan Sepeda Listrik Rangka Carbon

Kemenperin Dorong Pengembangan Sepeda Listrik Rangka Carbon

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier.
13 Juli 2020 19:12 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Bersepeda kini menjadi gaya hidup menjaga kebugaran. Gowes bareng juga terjadi di hampir semua wilayah Tanah Air di tengah pandemi Covid-19.

Melihat pengguna sepeda yang semakin marak di tengah pandemi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri sepeda nasional agar berkembang. Bahkan, Kemenperin mendorong pengembangan sepeda listrik.

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam berupa nikel yang menjadi bahan baku baterai. Kemenperin akan mengoptimalkan pabrik-pabrik baterai di dalam negeri demi mengembangkan sepeda listrik.

"Inovasi menjadi sangat penting, termasuk desain sepeda yang sesuai tipe atau kebutuhan konsumen Indonesia. Karena itu untuk kenyamanan bersepedanya sendiri," ujar Taufiek melalui keterangan tertulis, Ahad (12/7/1020).

Ia menambahkan, saat ini pemerintah sedang memacu penguatan rantai pasok industri sepeda di dalam negeri. Kemenperin akan berupaya meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang selama ini rata-rata telah mencapai 40 persen.

Taufiek menjelaskan, industri sepeda di dalam negeri perlu pula memanfaatkan teknologi terkini. Hal itu agar bisa meningkatkan produktivitas dan mampu menghasilkan produk berkualitas secara lebih efisien.

Bagian yang saat ini perlu didukung terutama penerapan teknologi nano untuk bahan rangka sepeda yang terbuat dari carbon karena secara material lebih ringan. Industri ini yang harus dibangun di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan para produsen. Selain itu, rata-rata komponen lain sudah bisa dibuat di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo pun optimistis, industri sepeda nasional bisa bangkit dengan dukungan pemerintah terutama dalam upaya membenahi infrastruktur penunjangnya. Apalagi, kehadiran sepeda bukan lagi sekadar alat rekreasi, melainkan saat ini sebagai kebutuhan dalam menjaga kesehatan.

Dengan adanya perubahan gaya hidup, pengembangan industri sepeda nasional juga akan terdongkrak. "Maka, komponen impor harus disubstitusi dengan produk dalam negeri agar menciptakan 100 persen karya anak bangsa," kata Eko.

Menurut Eko, pemerintah harus mendorong masyarakat menggunakan transportasi ramah lingkungan dengan infrastruktur yang baik, salah satunya melalui penggunaan sepeda. Karena itu, pemerintah harus fokus menangani industri ini.

"Kalau upaya ini diseriusi bisa sebagai goodwill dari pemerintah untuk mendukung masyarakat memilih sepeda sebagai alat transportasi," ujar Eko. ***