logo

Kekasih Menyesal Tak Sempat Luangkan Waktu Dengarkan Masalah Yodi

Kekasih Menyesal Tak Sempat Luangkan Waktu Dengarkan Masalah Yodi

Suci Fitri Rohmah , kekasih Yodi Prabowo. (Istimewa).
12 Juli 2020 00:55 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kekasih editor Metro TV Yodi Prabowo, Suci Fitri Rohmah, mengungkapkan penyesalannya tidak sempat meluangkan waktu mendengar keluhan almarhum atas masalah yang sedang dihadapi.

"Dia sempat mau cerita masalah dia terakhir. Hari Senin (6/7/2020) dia telepon saya, ngasih tahu, aku pengen ngobrol berdua," kata kekasih korban, Suci Fitri Rohmah, usai pemakaman almarhum, di Jakarta, Sabtu (11/7/2020). 

Namun niat Yodi urung menceritakan masalahnya sebab Suci terkendala dengan kesibukan kerja.

"Cuma aku gak bisa karena posisinya kerjanya kan lagi 'deadline'," kata perempuan yang sudah tujuh tahun menjalin asmara dengan Yodi.

Suci pun mengajak Yodi untuk bertemu di rumah, tapi ditolak sebab khawatir masalah yang sedang dihadapi diketahui oleh keluarga Suci.

"Ya sudah, dia bilang antara Senin sampe Rabu. Habis itu ya sudah tidak ada kabar lagi," katanya.

Pada Rabu (8/7) Suci sempat menanti kedatangan Yodi, tapi ternyata tidak kunjung tiba.

"Aku kira hari Rabu dia datang ke rumah mungkin mau cerita, tapi ternyata dia gak cerita. Sayanya telat, nyesel banget saya. Andaikan dulu kerjaan gak lagi deadline, saya pasti dengarkan curhatannya," katanya dikutip Antara. 

Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORRR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat (10/7/2020) setelah dinyatakan hilang oleh keluarga pada Selasa (7/7).

Berdasarkan hasil autopsi jenazah, polisi telah memastikan bahwa Yodi menjadi korban pembunuhan.

     Tusukan

Polisi memastikan editor Metro TV Yodi  Prabowo tewas dibunuh berdasarkan petunjuk kejadian berupa luka bekas tusukan di leher dan dada.

Namun penyelidikan polisi belum sampai pada kesimpulan motif dari pembunuhan itu, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus di Jakarta, Sabtu.

Dugaan kasus pembunuhan murni sempat dilontarkan melalui pertanyaan wartawan kepada Yusri, sebab barang berharga korban seperti motor dan perlengkapan pribadinya ditemukan utuh di dekat jasad korban.

Bahkan ada pisau dapur yang tergeletak di jaket korban. "Nanti yang menyimpulkan tim penyidik, kalau hilang berarti perampokan, itu dugaan awalnya saja," katanya.

Hingga saat ini, kata Yusri, sudah 12 orang diperiksa dari kalangan orang terdekat korban, seperti teman dan keluarganya. "Kemungkinan akan bertambah lagi," katanya.

Tapi hasil pemeriksaan keterangan saksi belum dapat disampaikan kepada publik.

     Olah TKP

Sementara itu Tim gabungan Polres Metro Jakarta Selatan, Polsek Pesanggrahan dan Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang dengan fokus mencari barang bukti lainnya untuk mengungkap kematian editor Metro TV Yodi Prabowo.

"Menurut hasil autopsi, kami menilai diduga ada penganiayaan sebelumnya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Irwan Susanto di Jakarta, Sabtu.

Irwan mengatakan di bagian tengkuk sebelah kiri korban Yodi Prabowo terdapat lebam yang diakibatkan oleh benda tumpul. "Itu yang kami belum temukan barang buktinya. Di sekitar TKP kami akan mencari barang buktinya," kata Irwan.

Berdasarkan hasil autopsi jasad Yodi Prabowo terdapat beberapa luka, yakni luka di bagian dada sebelah kiri, kemudian luka di bagian leher akibat benda tajam.

Selanjutnya antara lengan dengan leher ada lebam akibat benda tumpul. "Dari hasil autopsi tersebut kita hubungkan dari barang bukti yang ada," kata Irwan.  ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto