logo

Misi Sensitif, WHO Akhirnya Kirim 2 Pakar Selidiki Covid-19 Di China

Misi Sensitif, WHO Akhirnya Kirim 2 Pakar Selidiki Covid-19 Di China

Juru bicara WHO, Dr Margaret Harris
11 Juli 2020 00:52 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JENEWA: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berada dalam sorotan dunia akhirnya mengirim dua pakarnya ke China untuk menyelidiki asal muasal pandemi virus corona (Covid-19). Mereka terdiri dari  pakar kesehatan hewan dan   epidemiolog.

Keberangkatan mereka ke China, Jumat (10/7/2020) merupakan misi yang sensitif secara politik. Amerika Serikat, penyumbang dana terbesar organisasi PBB itu menyatakan keluar dari WHO karena organisasi tersebut ditudingnya keliru menangani wabah itu dan bersikap seolah-olah lebih mendukung China.

Lebih dari 120 negara menyerukan penyelidikan mengenai asal muasal virus itu dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia, Mei lalu. China bersikeras agar PBB yang memimpin misi penyelidikan tersebut dan penyelidikan itu seharusnya ditunda hingga wabah corona terkendali. 

Menurut laporan voaindonesia.com, utusan WHO itu  akan bertemu sejumlah sejawat mereka di Beijing untuk merencanakan logistik, tempat-tempat yang dikunjungi dan siapa-siapa yang akan menjadi bagian dari misi yang dipimpin WHO itu.

“Kita akan mencari tahu apakah virus itu berasal dari hewan dan kemudian pindah ke manusia, dan apa spesies hewan itu,” kata juru bicara WHO, Dr Margaret Harris, pada sebuah konferensi pers di Jenewa.

Para ilmuwan meyakini, virus itu berasal dari kelelawar dan ditularkan ke mamalia lain seperti musang atau trenggiling sebelum akhirnya menular ke manusia. Perhatian awal, pada akhir tahun lalu, terfokus pada pasar daging hewan di Wuhan, China. Namun sejumlah temuan kasus menyiratkan perpindahan virus itu dari hewan ke manusia mungkin juga terjadi di luar China.

Dalam usaha mencegah kemungkinan munculnya kembali wabah di masa mendatang, China melarang perdagangan daging hewan liar dan menutup sejumlah pasar. Negara itu juga melakukan sejumlah pembatasn ketat yang sepertinya berhasil menghentikan perebakan wabah virus itu. ***