logo

Pedagang Sekitar Kampus Moestopo Bahagia Mendapat Bansos Sembako Presiden

Pedagang Sekitar Kampus Moestopo Bahagia Mendapat Bansos Sembako Presiden

Dirjen Dayasos Edi Suharto.(foto,ist)
08 Juli 2020 10:16 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial (Ditjen Dayasos) tak henti dan terus berupaya melakukan pemerataan penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui berbagai elemen masyarakat termasuk civitas akademika.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial (Dirjen Dayasos) Edi Suharto secara simbolis menyerahkan 5.355 paket bansos sembako Presiden pada Rektor Universitas Prof Dr Moestopo Prof Dr Rudy Harjanto M Sn, di kampus Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama), di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

“Kami Kementerian Sosial mendistribusikan sembako pada mahasiswa yang terdampak dari luar Jakarta, juga bagi masyarakat di lingkungan kampus seperti pengurus masjid dan pedagang,” jelas Dirjen Dayasos.

Bansos sembako ini sebagai upaya pemerintah, agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya di masa pandemik Covid-19.

Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Prof Dr Moestopo menyampaikan ucapan terimakasihnya. "Terimakasih kepada Kementerian Sosial yang telah mempercayakan kami. Untuk membantu menyalurkan bantuan sosial kepada warga sekitar kampus dan civitas akademika,” ungkap Rudy Harjanto.

Bansos sembako tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada pedagang kaki lima depan kampus, warga Hang Lekir terusan RT 09 RW 06 gang Musholla Kelurahan Gunung, Wijaya Gang Langgar, warga Simprug Golf, warga Kelurahan Gelora, dan Jamaah Masjid Simprug.

“Terimakasih pada Bapak Presiden dan Kementerian Sosial, alhamdulillah bantuan ini akan kami salurkan pada mereka yang membutuhkan sesuai data yang telah kami sampaikan,” ungkap Muhammad Iqbal, DKM Masjid Nurul Hidayah Kelurahan Petogogan.

Dia menambahkan, banyak warga sekitarnya yang fakir miskin dan anak yatim yang perlu mendapatkan bantuan.

Sementara, seorang pedagang kaki lima penerima bansos menuturkan, dirinya sangat merasakan dampak pandemik Covid-19. Karena, kampus di tempatnya berdagang memberlakukan sistem Work From Home (WFH) dan pembelajaran secara daring.

“Selama Covid-19 ini warung tutup dan baru mulai buka 2 minggu terakhir. Jualan sepi, kampus sepi, yang lewat sepi, buat modal aja ngga cukup,” jelas Tugimin, pemilik warung nasi Jogja di depan Kampus Moestopo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor, Dekan, Ketua Dewan Pembina, Wakil dekan, para dosen Universitas Prof Dr Moestopo.

Editor : Markon Piliang