logo

Gula Semut Organik Purbalingga Tembus Yunani, Negeri Para Dewa

Gula Semut Organik Purbalingga Tembus Yunani, Negeri Para Dewa

ilustrasi gula semut organik.
01 Juli 2020 10:54 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya mendorong potensi produk organik agar bisa tembus pasar Internasional. 

Pertanian berbasis organik yang sudah banyak digencarkan di negara lain. Bertani dengan sistem organik akan meningkatkan kualitas produksi pertanian yang lebih sehat. 

"Pendekatan pertanian organik menjadikan lebih sehat, berkualitas, dan menjadi pilihan di pasar-pasar yang ada," ucap Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Kasdi Subagyono mengungkapkan Indonesia memiliki peluang dan potensi produk organik yang cukup besar untuk bersaing dan diminati pasar internasional. “Potensi ini harus didukung dengan strategi produksi dan pemasaran yang tepat," ujarnya.

Menurut Kasdi saat ini trend konsumsi makanan sehat makin meningkat. Banyak konsumen dalam maupun luar negeri menginginkan produk organik karena ketika dikonsumsi lebih sehat bagi tubuh. 

Salah satu produk pertanian organik yang saat ini diminati pasar luar negeri adalah gula semut asal Purbalingga, Jawa Tengah. 

Rabu (24/62020) lalu, sebanyak 13 ton gula semut organik hasil produksi petani yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumber Rejeki dari Desa Ponjen, Kec. Karanganyar dikapalkan ke Yunani. 

Ekspor ke negara yang dikenal sebagai negerinya para dewa ini mampu meningkatkan penghasilan para petani. Gula semut organik KUB Sumber Rejeki dihargai lebih tinggi dengan selisih Rp 5.000 per kilogramnya dari harga di pasar lokal. Para petani asal Purbalingga ini bisa meraup Rp 312.000.000 dari 13 ton gula semut organik yang diekspor ke Yunani.

Menurut Direktur Perlindungan Perkebunan Kementan, Ardi Praptono, gula semut organik yang diekspor ke Yunani ini telah tersertifikasi organik berstandar Uni Eropa. 

“Fasilitasi pembiayaan sertifikasi gula semut organik diberikan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan melalui dana Tugas Pembantuan ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.

KUB Sumber Rejeki merupakan salah satu binaan Ditjen Perkebunan dalam kegiatan Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditi Perkebunan. Luas areal perkebunan kelapa organik yang dikelola KUB Sumber Rejeki mencapai 28,6 Ha dan diusahakan oleh 188 KK petani.

“Salah satu tujuan kegiatan Desa Pertanian Organik Berbasis Perkebunan adalah untuk meningkatkan nilai tambah komoditi organik dan menyasar ke pangsa pasar lokal dan ekspor,” kata dia 

Dalam kegiatan tersebut, papar Ardi, dilakukan pembinaan, pendampingan, penyediaan input produksi dan sertifikasi organik kepada kelompok tani perkebunan yang diusahakan secara organik. 

“Semoga dengan ekspor gula semut organik ini, dapat meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di Purbalingga,” pungkasnya. ***

Editor : Laksito Adi Darmono