logo

Petani Calon Penangkar Di Daerah Irigasi IPDMIP Ikut Workshop Perbanyakan Benih Padi

Petani Calon Penangkar Di Daerah Irigasi IPDMIP Ikut Workshop Perbanyakan Benih Padi

30 Juni 2020 21:14 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - BANGGAI: Para calon penangkar di Daerah Irigasi IPDMIP Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mengikuti workshop kerjasama perbanyakan benih padi. Kegiatan ini dilangsungkan di aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikutura dan Perkebunan Kabupaten Banggai, Jumat (26/06/2020).

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Dinas DTPHP Kabupaten Banggai Usman Suni, Kepala BPTP Sulawesi Tengah Fery Fahruddin Munier, Manajer IPDMIP Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah Jumrawati, serta Kepala Seksi Kelembagaan Penyuluhan Nasruddin, sekaligus mewakili kepala Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah. Peserta kegiatan ini sebanyak 18 orang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi untuk kegiatan yang turut meningkatkan kemampuan SDM pertanian.

“Pertanian Indonesia harus diisi dengan SDM-SDM berkualitas. Agar pertanian bisa semakin maju dan produktivitas kita semakin meningkat. Dan ini menjadi tugas Badan PPSDMP,” tutur Mentan SYL, Selasa (30/06/2020).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengatakan SDM pertanian harus meningkatkan kemampuannya.

“Cara bisa mengikuti pembekalan, pelatihan dan lainnya. Apalagi saat ini pola-pola pelatihan yang diterapkan melalui virtual. BPPSDMP juga melakukan hal yang sama dengan berbagai video conference atau webinar yang kita gelar,” katanya. 

Workshop sendiri bertujuan untuk memberikan pembekalan dan pemahaman kepada calon penangkar bagaimana menjadi penangkar yang baik dan benar. 

Menurut Kepala Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Seksi Kelembagaan Penyuluhan Nasruddin, workshop ini mewujudkan harapan program IPDMIP ketersedian benih diseluruh wilayah Daerah Irigasi IPDMIP dapat menikmati benih unggul dan berkualitas. 

Menurutnya, keberhasilan petani penangkar untuk memproduksi benih unggul dan berkualitas harus memiliki Komitmen dan Integritas kuat, dicontohkan bahwa banyak petani penangkar saat ini sudah baik namun masih ada yang tidak benar, oleh karena itu dipertemuan ini para calon penangkar diberi pemahaman sesuai kaidah penangkaran.  

“Petani penangkar benih padi saat ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan benih diwilayah kabupaten banggai  periode tanam Oktober – Maret (OKMAR) 2020/2021 kami bangga dan mengapresiasi para petani yang berkeinginan menjadi penangkar benih untuk kita bina dan kita dorong menjadi penangkar yang profesional, Tangguh dan berkarakter,” katanya.

Sementara Kepala BPTP Fery Fahruddin Munier, memberikan motivasi dalam menerapkan paket  Teknologi  Jajar Legowo Super yang mampu memberikan hasil yang sangat siginifikan jika penerapannya dilaksanakan dengan baik. beliau mencontohkan jika menggunakan pola tanam biasa rata-rata produksi per hektar 4,1 – 5,2 ton/ha GKP. 

“Hanya saja, jika menggunakan Jajar Legowo Super mampu meningkatkan produksi  7,1 – 11,5 ton/ha GKP,” katanya. 

Komponen Teknologi Jajar Legowo Super : 1). Benih bermutu varietas unggul baru dengan potensi hasil tinggi. 2). Bio-dekomposer pada saat pengolahan tanah, 3). Pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang, 4). Teknik pengendalian Organisme Penganggu Tanaman (OPT) secara terpadu, 5). Penggunaan alat mesin pertanian terutama untuk tanam dan panen.

Didalam pembakalan ini tak kalah pentingnya memberikan pemahaman kepada calon penangkar tentang syarat dan ketentuan serta tahapan pelaksanaan proses penangkaran yang disampaikan oleh Pengawas Benih Tanaman (PBT) wilayah Kabupaten Banggai pak Syukur lanjut beliau mengingatkan bahwa setiap tahapan proses penangkaran benih selalu dalam pengawasan petugas untuk memastikan benih yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. 

Diakhir workshop dilakukan penandatangan kerjasama antara calon penangkar dengan pihak pengelola kegiatan IPDMIP Provinsi  dengan berbagai fasilitasi yang berikan mulai Saprodi sampai pada HOK yang tertuang dalam berita acara.

Manajer IPDMIP yang juga DTPH Provinsi Jumrawati, Si menyatakan bahwa besaran input yang diberikan kepada calon penangkar  akan dikembalikan berupa benih hasil penangkaran kepada pengelola program untuk selanjutkan akan diberikan kepada petani pelaksana Sekolah Lapang diwilayah pelaksanaan SL IPDMIP Kabupaten Banggai.

Editor : Gungde Ariwangsa SH