logo

Harganas, Sejarah Ditetapkannya 29 Juni Sebagai Hari Keluarga Nasional

 Harganas, Sejarah Ditetapkannya 29 Juni Sebagai Hari Keluarga Nasional

Penggagas lahirnya Harganas, Prof Dr Haryono Suyono.(foto,ist)
30 Juni 2020 18:33 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: "Terdapat sejarah di balik pemilihan tanggal dan bulan, 29 Juni, dijadikan sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas)," tutur Prof Dr Haryono Suyono, dalam pembukaan sambutannya, pada acara Tasyakuran Harganas ke 27, di Auditorium Kantor BKKBN, di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Haryono, selaku penggagas lahirnya Harganas menceritakan, sejarah awal Harganas diketahui pada masa pascakemerdekaan di tahun 1945. Kala itu, kondisi bangsa memang belum kondusif.

"Demi mempertahankan kemerdekaan, diberlakukan wajib militer bagi rakyat. Ini menjadikan para pejuang berpisah dengan keluarganya," terangnya.

Di satu sisi, lanjut Mantan Menko Kesra dan Taskin tersebut, masa itu pengetahuan keluarga tentang usia nikah amat rendah, didorong pula keinginan kuat untuk mengganti keluarganya yang gugur dalam peperangan. Kondisi ini mengakibatkan perkawinan dini tinggi.

Padahal, seperti diketahui, pernikahan dini sangat berpengaruh terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi ketika itu. Hal inilah yang memunculkan gagasan akan Keluarga Berencana (KB).

Pada 29 Juni 1949, Tentara Republik Indonesia (TRI) yang bergerilya dalam perjuangan melawan penjajah, masuk kembali ke Yogyakarta. Mereka kembali ke keluarga masing-masing.

Pakar Pemberdayaan Keluarga tersebut, menjelaskan, pada 22 Juni 1949, Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh. Seminggu kemudian, tepatnya 29 Juni 1949, para pejuang kembali kepada keluarganya. Momentum inilah yang melandasi lahirnya Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Selain itu, lanjutnya, pada 29 Juni 1970 juga menjadi puncak kristalisasi semangat prjuangan Keluarga Berencana (KB). Dengan keberanian yang sangat tinggi pemerintah yang dipimpin Presiden Soeharto, jajaran NU di seluruh Indonesia komitmen dengan program Keluarga Berencana (KB).

"Kekhawatiran alim ulama bakal menolak program KB ternyata tidak terbukti, justru mereka mendukung dan sangat komit dengan Program KB di Indonesia," tutur mantan Kepala BKKBN itu.

Alhasil, Prof Dr Haryono Suyono menggagas lahirnya Harganas, Gagasan itu diberikan kepada Presiden Soeharto. Dan, Presiden Soeharto menyetujui, maka lahirlah Hari Keluarga Nasional (Harganas) tiap 29 Juni.

Hadir pula pada acara itu, para mantan Kepala BKKBN, seperti Prof Fasli Jalal PhD, dr Soemarjati Arjoso SKM, serta beberapa mantan pejabat BKKBN dan beberapa pejabat aktif BKKBN.