logo

BI Dorong UMKM Jatim Untuk Manfaatkan Peluang Ekspor

 BI Dorong UMKM Jatim Untuk Manfaatkan Peluang Ekspor

25 Juni 2020 14:32 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Bank Indonesia (BI) Jatim mendorong para pelaku usaha agar memanfaatkan peluang di pasar global. Mereka menyebut potensi produk ekspor Jawa Timur dan Indonesia sangat besar dan akan semakin besar lagi seiring dengan koordinasi yang telah dilakukannya dengan berbagai negara.

Menurut Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kantor Perwakilan BI di luar negeri seperti Tokyo, Singapura, dan Beijing. "Kami juga berkorodinasi dengan perwakilan dagang di Australia dan negara lain untuk menjajaki potensi ekspor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)," ujarnya, Kamis (25/6/2020).

Melalui agenda sahring bertajuk 'Siap Raih Pasar Ekspor di Era New Normal', pihaknya berharap, Indonesia bisa mengikuti jejak negara lain seperti Vietnam, Thailand, Korea, dan Turki yang sudah terbiasa melakukan ekspor. Apalagi berbagai pihak telah menyediakan fasilitas terutama UMKM agar bisa melakukan ekspor.

Mochamad Yatim yang mewakili Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim misalnya, menyebut fasilitas KITE IKM, yang sebelumnya hanya diberikan kepada pengusaha besar, kini juga menyasar pada pelaku usaha kecil (IKM). Melalui fasilitas ini, Dirjen Bea cukai bukan hanya memfasilitasi kegiatan impor, tapi juga berkomitmen memfasilitasi kegiatan ekspor IKM, berupa pembebasan mesin, pembebasan bahan baku dan pembebasan barang-barang contoh, termasuk adanya fasilitas PLB yang berfungsi sebagai tempat pameran pemasaran produk.

Sementara Fernanda Reza dari Free Trade Agreement (FTA) Center Surabaya menjelaskan bahwa organisasinya dibentuk sebagai upaya meningkatkan ekspor. Mereka berusaha melakukan percepatan penyelesaian perjanjian perdagangan dengan negara lain, agar Indonesia memiliki daya saing yang tidak kalah dengan negara lain.

Dalam rangka persiapan Indonesia Australia - CEPA (IACEPA) mulai 5 Juli 2020, pihaknya menghimbau semua pelaku usaha untuk melakukan kegiatan ekspor ke Australia. "Karena  produk Indonesia tarifnya 0% masuk ke Australia, dan impor Indonesia ke Australia masih lebih besar ketimbang ekspornya," ujarnya.

Dia mengingatkan Pandemi COVID 19 telah menyebabkan perdagangan global turun tahun ini, dan bahkan pertumbuhan ekonomi negara besar banyak yang sudah minus. Imbasnya, ekspor Indonesia juga menurun.

Melalui peluang IACEPA ini, pihaknya berharap ekspor Indonesia akan naik, apalagi Australia sudah banyak menanamkan investasi di Indonesia. Tapi dalam hal industri pengolahan masih kurang bersaing dibanding Indonesia, dan inilah yang kata dia, sangat menguntungkan Indonesia.

Karena industri pengolahan di Indonesia lebih kuat. Sehingga bahan baku yang diinvestasikan Australia akan diolah di Indonesia dan hasilnya akan di ekspor ke Australia dan negara lainnya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH