logo

Tepuk Tangan Meriah Saat Petugas Damkar Jakbar Selamatkan Kucing Terjebak Di Atap Rumah

Tepuk Tangan Meriah Saat Petugas Damkar Jakbar Selamatkan Kucing Terjebak Di Atap Rumah

Foto atas: Petugas damkar Jakbar menyelamatkan kucing yang terjebak di atap sebuah rumah. Foto bawah: Petugas damkar Jakbar menyelamatkan bocah yang terjebak di teralis jendela rumah. (Antara)
30 Mei 2020 00:27 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Petugas pemadam kebakaran (damkar) di Jakarta tidak hanya bertugas memadamkan api saat terjadi peristiwa kebakaran. Petugas damkar juga melakukan berbagai aktivitas yang mungkin tidak kita bayangkan selama ini. Seperti menyelamatkan kucing yang terjebak di atap rumah, menyelamatkan bocah  yang terjebak  teralis jendela rumah, mengevakuasi ular yang masuk rumah, hingga melepas cincin di jari tangan.

Petugas damkar di  Jakarta Barat misalnya, pada hari Jumat (29/5/2020) berhasil menyelamatkan kucing yang terjebak di atap sebuah rumah di Jalan Semangka 3 Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat

Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Eko Sumarno mengatakan, permintaan evakuasi kucing tersebut diterima petugas pada siang hari.

"Giat evakuasi dilakukan pukul 12.00 WIB," ujar Eko di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Proses evakuasi kucing tersebut menarik perhatian warga sekitar, tak terkecuali anak-anak yang berada di sekitar rumah itu.

Kucing tersebut terjebak di celah atap rumah, dan semakin keras mengeong akibat kepanasan saat matahari tepat di atas kepala.

Satu unit "light rescue" terjun berhasil mengevakuasi kucing tersebut sekitar 30 menit, kata Eko.

Keberhasilan petugas damkar tersebut disambut tepuk tangan dan riuh teriakan "hore" anak-anak maupun orang dewasa. 

          Bocah Terjepit Teralis Jendela

Sehari sebelumnya, Petugas pemadam kebakaran Jakarta Barat menyelamatkan bocah berusia empat tahun berkebangsaan Mali, SB, yang terjebak di teralis jendela rumah di kawasan Kebon Jeruk.

Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Eko Sumarno mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 10.40 WIB.

"Damkar menurunkan satu unit light rescue," ujar Eko di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Awalnya, petugas damkar mencoba mengeluarkan kepala SB dengan mendorong pelan-pelan tanpa alat bantu.

Upaya tersebut tak membuahkan hasil, sehingga petugas damkar menggunakan mesin pemotong besi untuk mengeluarkan kepala bocah malang itu.

SB tak berhenti menangis saat proses evakuasi dilaksanakan. Petugas damkar ada yang berusaha memotong teralis besi, yang lainnya berusaha menenangkan SB.

"Taruna dapat kami selamatkan pukul 11.00 WIB," ujar dia. 

           Evakuasi Ular

Dalam kasus lain, seekor ular sanca kembang sepanjang 3,5 meter dievakuasi petugas pemadam kebakaran dari balik keramik lantai dapur rumah warga di Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

"Proses evakuasi sulit, karena ular berada di bawah keramik dapur," kata Kepala Seksi Operasional Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaeman, di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Laporan kejadian disampaikan pemilik rumah yang merupakan pengusaha warung makan masakan Padang pada Minggu (17/5) dini hari.

Satu tim evakuasi beranggotakan lima personel dikerahkan menuju lokasi rumah makan di Jalan Raya Hankam Nomor 3, Cipayung.

Petugas harus membongkar rangkaian keramik lantai untuk menjangkau sarang ular.

"Lokasinya berada tepat di bawah mesin pompa air," katanya.

Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi ular sanca setelah 1,5 jam melakukan pencarian.

"Kami akan kirim tangkapan ular ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)," kata Gatot dikutip Antara. 

           Melepas Cincin Di Jari

Tidak kalah unik, petugas pemadam kebakaran (Damkar) Jakarta Barat berhasil melepas cincin kesempitan di jari manis seorang warga, ?Nunung Nurhayati (54) warga Kembangan, Jakarta Barat.

"Benar, cincin kesempitan itu sudah membuat bengkak bertahun-tahun dan Alhamdulillah berhasil dilepas oleh petugas kami," kata Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Eko Sumarno di Jakarta Barat, Jumat (13/12/2019).

Setelah cincinnya berhasil dilepas, jari manis Nunung yang membengkak diolesi minyak zaitun oleh petugas Damkar.

Ia juga mengingatkan kepada warga yang mengalami nasib serupa agar mendatangi kantor Damkar terdekat.

Eko memastikan layanan tersebut tanpa dipungut biaya alias gratis.

"Karena memang tugas Damkar saat ini tak sebatas memadamkan api saat kebakaran, namun juga membantu melayani warga mulai dari evakuasi cincin seperti ini, sarang tawon hingga ular," kata Eko.

Sementara itu, Nunung mengaku mendatangi Puksesmas Kembangan untuk mencari cara agar cincin tersebut bisa lepas dari jari manisnya, kemudian dirujuk ke kantor Damkar Sektor Kembangan.

"Kemudian disuruh ke sini (kantor Damkar Kembangan) buat keluarin cincinnya," kata Nunung.

Awalnya, Nunung mengaku ragu petugas Damkar dapat membuka cincinnya yang kesempitan. Sebab, selama ini ia hanya menyangka tugas Damkar memadamkan kebakaran saja.

Ia sempat panik selama proses evakuasi cincin dilakukan lantaran petugas menggunakan alat gerinda kecil. Sesekali, dia diminta tenang oleh petugas Damkar selama proses pelepasan itu.

"Saya enggak nyangka banget (bisa kelepas) malah kayak mimpi, mau dikasih duit petugasnya gak mau. Mudah-mudahan kebaikannya dibalas oleh Allah," kata Nunung. (Antara)  ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto