logo

Guru Besar Hukum Tata Negara Diteror Gara-gara Akan Diskusi Pemberhentian Presiden

Guru Besar Hukum Tata Negara Diteror Gara-gara Akan Diskusi Pemberhentian Presiden

30 Mei 2020 00:01 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Status Indonesia sebagai negara hukum tercoreng di era reformasi. Seorang Guru Besar Wanita Hukum Tata Negara diteror gara-gara akan memberikan materi dalam  diskusi bertajuk  "Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan". Tempat diskusinya di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. 

Dekan Fakultas Hukum  UII Yogyakarta, Abdul Djamil  SH MH, membenarkan ironi yang terjadi pada era kebebasan itu. Dia mengatakan, memang benar salah satu dosen tata negaranya yakni Prof DR Ni'matul Huda SH Mum terkena teror gara-gara akan memberikan materi dalam sebuah diskusi bertajuk  "Meneruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau Dari Sistem etatanegaraan" di UGM. Dosen wanita itu diteror dengan didatangi serta rumahnya digedor sejak Kamis malam hingga Jumat pagi.

''Memang salah satu guru besar wanita hukum tata negara UII, Prof Ni'matul Huda diteror orang tak dikenal. Ini disebabkan karena beliau akan menghadiri diskusi dari mahasiswa FH UGM itu. Semenjak pukul 23.00 malam hingga pukul 09.00 pagi tadi rumahnya berulangkali digedor-gedor orang tak dikenal. Mereka datang bergantian,'' kata Abdul Jamil, ketika dihubungi Republika.co.id, Jumat (28/5/2020) siang.

Menurut Jamil, semenjak semalam dia terus berhubungan dengan Prof Ni'matul Huda sampai pagi hari tiba. Kepada ibu guru besar yang tinggal di kawasan dusun Surogenen Yogyakarta itu terus diminta agar tak membuka pintu rumah. Bahkan dirinya menyarankan agar Prof Ni'matul Huda yang tinggal bersama beberapa orang saudaranya itu sementara mengungsi  atau berpindah rumah dulu. ''Waktu itu ibu menjawab ya saran akan dipertimbangkan,'' ujarnya.

''Tapi sekitar 07.00 pagi tadi, tiba-tiba ada telepon yang masuk dari teman dan mahasiswa saya yang mengatakan Ibu Ni'mat tak bisa dihubungi. Saya kaget karena merasa khawatir akan keberadaan beliau. Maka saya kirim beberapa mahasiswa untuk pantau rumahnya. Untunglah meski belum bisa dihubungi lagi, laporan mahasiswa itu mengatakan ibu Ni'mat tak apa-apa,'' ucap Abdul Jamil.

Menurut dia sebenarnya pada awalnya rencana adanya diskusi Ni'matul di UGM itu tidak mengundang masalah atau perhatian publik. Namun keadaan ini berubah ketika ada seorang dosen UGM melalui WA yang tersebar mengatakan bila ada rencana makar dalam diskusi itu.

''Setelah itu baru publik mulai ribut dan kemudian muncul teror kepada Ibu Ni'mat. Saya bersyukur kemudian tak terjadi apa-apa kepada beliau. Meski begitu kami merasa teror itu aneh karena suasana rumah dan jalan masuk ke rumah Ibu Ni'mat tengah atau dalam suasana lockdown,'' katanya.

Seperti diketahui ibu Prof Ni'matul Huda SH adalah salah satu besar Hukum Tatanegara UII. Selain mengampu kuliah sesuai jurusannya dia juga menulis banyak buku tentang hukum tata negara seperti "Hukum tata negara Indonesia",  "Teori Hukum dan Hukum Konstitusi", "Negara Hukum, Demokrasi dan Judicial Review, Hukum Pemerintahan Daerah", "Politik Ketatanegaraan Indonesia: Kajian Terhadap Dinamika Lerubahan UUD 1945", "Otonomi Daerah: Filosofi, Sejarah Perkembangan, dan Lroblematika, serta banyak buku mengenai persoalan hukum tatanegara lainnya.

Sampai berita ini ditulis, Prof Ni'matul Huda belum bisa dihubungi untuk diminta konfirmasi. Pesan melalui Whatsapp yang dikirim juga belum di balas. ***