logo

Covid-19: Pelajaran Berharga Dari Pembukaan Sekolah Di Korea Selatan

Covid-19: Pelajaran Berharga Dari Pembukaan Sekolah Di Korea Selatan

Sebelumnya, sekolah-sekolah di Korea Selatan sudah dibuka kembali dengan tatanan baru, termasuk pengecekan suhu tubuh di sekolah.
30 Mei 2020 00:09 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - SEOUL: Rencana memberlakukan aturan tatanan baru dalam menghadapi wabah visrus corona (Covid-19) di Indonesia juga menyentuh masalah apakah sekolah perlu segera dibuka atau tidak? Dalam hal ini ada pelajaran berharga dari Korea Selatan yang telah membuka kembali sekolah-sekolah setelah Covid-19 menurun di Negeri Ginseng itu. Namun apa yang terjadi kemudian?

Beberapa hari lalu, lebih dari 800 sekolah kembali dibuka dan pemerintah meminta perusahaan untuk menerapkan jam kerja yang fleksibel bagi karyawan. Namun beberapa hari kemudian, ratusan sekolah di Korea Selatan terpaksa ditutup hanya beberapa hari setelah dibuka kembali, karena ada lonjakan kasus virus corona. 

Sekarang, pihak berwenang meminta warga untuk menghindari kerumunan, sementara taman dan museum ditutup. 

BBC News Indonesia melaporkan, sekitar 56 kasus baru Covid-19 dilaporkan dalam 24 jam terakhir, yang terjadi di dekat daerah dengan penduduk padat. Sebagian besar kasus baru terkait dengan pusat distribusi di Bucheon, di sebelah barat ibu kota Seoul.

Gudang dijalankan oleh perusahaan e-commerce terbesar di negara itu, Coupang, dan para pejabat mengatakan fasilitas itu tidak sepenuhnya mematuhi langkah-langkah pengendalian infeksi.

Para pejabat kesehatan bahkan menemukan jejak Covid-19 pada sepatu dan pakaian pekerja. Mereka telah berhasil melacak dan menguji ribuan karyawan dari pusat fasilitas dan akan ada pemeriksaan lebih lanjut pada fasilitas distribusi lainnya di seluruh negeri selama dua minggu ke depan.

Seorang siswa di Seoul, yang ibunya bekerja di gudang Coupang, juga ditemukan terpapar virus corona. Otoritas kesehatan telah memberlakukan kembali beberapa pembatasan dan menyerukan kampanye jarak sosial yang lebih ketat selama dua minggu ke depan.

Tidak pernah ada karantina wilayah di Korea Selatan - sebaliknya negara ini mengandalkan pelacakan agresif dan langkah-langkah pengujian.

Sebagian besar dari langkah pembatasan sosial di negara ini besifat sukarela, namun pesan yang disampaikan kepada publik tentang langkah itu sangat emosional.

Pesannya adalah mematuhi langkah-langkah ini agar anak-anak bisa pergi ke sekolah dan menghentikan gangguan pada pendidikan mereka.

Permohonan itu berhasil di masa lalu. Pejabat kesehatan berharap itu berfungsi sekali lagi. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH