logo

Sopir Angkot Dan Penjual Kopi Gembira Terima BST

 Sopir Angkot Dan Penjual Kopi Gembira Terima BST

Dirjen Dayasos Edi Suharto (baju putih) berdialog dengan sejumlah penerima manfaat, di Desa Sukamahi. (foto,ist)
29 Mei 2020 11:57 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BEKASI: Wajah sumringah dan gembira terpancar dari seorang sopir angkot Nala dan penjual kopi Eza, usai menerima bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp600.000 dari petugas PT Pos Indonesia, di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (28/5/2020).

"Saya mengucapkan terima kasih pada bapak Presiden, bantuannya sangat bermanfaat dan akan saya belikan kebutuhan sehari hari," ujar Nala.

Sementara Eza, ibu tiga anak yang sehari-harinya berjualan kopi guna memenuhi kebutuhan hidupnya mengaku, sangat senang karena dirinya mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Sekarang saya nggak bisa berjualan kopi karena ada Covid-19. Sehari-hari saya berjualan kopi bersama suami saya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saya seneng dapat bantuan, uangnya akan saya belikan kebutuhan sehari-hari di rumah," tutur dia.

Sejak munculnya Pandemi Covid-19, banyak pekerja harian macam Nala dan Eza, yang merasakan langsung dampak ekonomi dengan luar biasa. Banyak dari mereka yang penghasilannya menurun drastis, termasuk para supir angkot dan penjual kopi itu.

Dengan adanya BST, mereka merasa sangat terbantu untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, agar mempercepat penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) pada masyarakat kurang mampu dan terdampak Covid-19.

Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan BST untuk Kabupaten Bekasi dapat segera sampai ke penerima. Nominal BST yang diterima sebesar Rp 600.000 per kepala keluarga (KK).

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial (Dirjen Dayasos) Edi Suharto, yang meninjau langsung proses pendistribusian BST, di Kantor Desa Sukamahi menyatakan, Pemerintah melalui Kemensos menyalurkan BST bagi 9 juta KK sebesar Rp 600.000 per KK per bulan, selama 3 bulan sejak April hingga Juni.

“Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) adalah warga di luar penerima PKH dan BPNT, dan yang menerima merupakan keluarga terdampak Covid-19. Seperti yang kena PHK dan tidak mempunyai penghasilan untuk membiayai keluarganya,” terang Dirjen Dayasos.

Sebanyak 34.970 KK di Kabupaten Bekasi menerima BST, dan 525 KK di antaranya berada di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Dalam proses penyalurannya, Kemensos bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia, sehingga memudahkan para penerima untuk mengambil haknya di lokasi terdekat tempat tinggalnya.

Dalam peninjauan itu, Dirjen Dayasos didampingi Sekretaris Ditjen Pemberdayaan Sosial, Direktur Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial (PSDBS), dan Direktur Pemberdayaan Sosial Perorangan Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat (PSPKKM).

Editor : Dwi Putro Agus Asianto