logo

Covid-19 Runtuhkan Kerajaan Surat Kabar Murdoch, Jadi Online Atau Tutup

Covid-19 Runtuhkan Kerajaan Surat Kabar Murdoch, Jadi Online Atau Tutup

Raja bisnis surat kabar Australia, Rupert Murdoch
29 Mei 2020 02:11 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kerajaan bisnis surat kabar Rupert Murdoch akhirnya runtuh secara perlahan. Serangan wabah virus corona (Covid-19) makin mempercepat  keruntuhan itu setelah selama setahun lebih berusaha bertahan akibat tekanan kuat raksasa internet yang menggerus pendapatan iklan perusahaan media cetak.

Perusahaan Bisnis surat kabar Rupert Murdoch di Australia mengatakan lebih dari 100 surat kabar akan menjadi digital atau hilang sama sekali. Mulai bulan depan akan membuat 76 surat kabar regional dan lokal hanya online dan menutup 36 surat kabar lainnya secara bersamaan.

News Corp Australia mengatakan langkah itu akan berarti kehilangan pekerjaan tetapi tidak mengatakan berapa banyak peran yang akan dipotong.

Lockdown untuk mengatasi virus  corona telah memukul pendapatan iklan, mempercepat penurunan di sektor media nasional.

Ketua eksekutif operasi News Corp, Michael Miller, menyoroti bagaimana pandemi itu melanda bisnis surat kabar. Covid-19 telah memengaruhi keberlanjutan penerbitan komunitas dan regional.

"Konsekuensinya, untuk memenuhi tren yang berubah ini, kami membentuk kembali News Corp Australia untuk fokus pada tempat konsumen dan bisnis bergerak dan untuk memperkuat posisi kami sebagai perusahaan media berita digital terkemuka Australia," katanya seperti dilansir bbc.com

Di bawah rencana itu, surat kabar harian utama News Corp, termasuk Herald Sun dan The Daily Telegraph, akan menjadi lebih fokus pada negara, mengambil konten dari jurnalis regional dan komunitas. Koran regional yang lebih besar, seperti Hobart Mercury atau NT News, akan terus diterbitkan dalam bentuk cetak.

Akar kekaisaran global Tuan Murdoch ada di surat kabar Australia. Tetapi seperti halnya sebagian besar dunia, industri media tradisional Australia berada di bawah tekanan kuat dalam beberapa tahun terakhir karena pengiklan beralih ke raksasa internet seperti Facebook dan Google Alphabet.

Beberapa perusahaan media di negara ini telah melakukan pemotongan atau penutupan sepenuhnya selama pandemi, dengan yang terbaru termasuk Buzzfeed Australia dan 10 Daily, sebuah situs web berita dari penyiar Ten Network milik ViacomCBS.

Awal tahun ini Australian Associated Press, sebuah berita baru yang sebagian dimiliki oleh News Corp, mengumumkan penutupannya setelah 85 tahun.

News Corp telah memimpin kampanye berkelanjutan untuk membuat perusahaan online membayar konten Australia yang mereka bagikan. ***