logo

Mensos Berjanji Verifikasi Data Petani - Nelayan Dengan DTKS

 Mensos Berjanji Verifikasi Data Petani - Nelayan Dengan DTKS

Presiden Joko Widodo (depan) didampingi Mensos Juliarri P Batubara (kiri). (foto,ist)
28 Mei 2020 22:58 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara berjanji segera memverifikasi data dari 3,8 juta petani-nelayan dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Terkait dengan adanya 80 persen petani dan nelayan miskin belum tercatat dalam DTKS.

Hal itu disampaikan Mensos, saat konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis, (28/5 2020). Setelah verifikasi, sebanyak 3,8 juta petani-nelayan miskin tersebut akan menjadi penerima bansos reguler secara berkelanjutan.

"Apakah dari 2,7 juta petani dan 1,1 juta nelayan tersebut sudah masuk DTKS kami atau belum ?. Tadi ada info dari Kepala Bappenas, sekitar 80 persen belum masuk DTKS," tuturnya.

Merujuk DTKS per Kamis (28/5/ 2020), terdapat 10,825 juta kepala keluarga (KK) penerima bantuan sosial (bansos) yang bekerja di bidang pertanian dan perikanan.

"Kami akan melakukan pendataan dari 10,825 juta itu berapa yang sudah terima program bansos reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pemerintah nontunai (BPNT), dan berapa yang belum," terangnya.

Presiden Joko Widodo memerintahkan Kementerian Sosial (Kemensos), agar memastikan 3,8 juta petani dan nelayan menjadi penerima berbagai bantuan sosial selama pandemi Covid-19.

"Pastikan 2,7 petani dan buruh tani miskin, dan 1 juta nelayan dan petambak harus masuk program bansos yang kita adakan," ujar Presiden. Baik Program Keluarga Harapan, Bansos Tunai, BLT Desa, paket sembako dan program gratis subsidi listrik.

Tujuan utama skema ini, untuk meringankan beban konsumsi rumah tangga keluarga yang kurang mampu. Selain bansos, Presiden mengatakan terdapat pula anggaran Rp34 triliun untuk merelaksasi pembayaran kredit serta mensubsidi bunga kredit para petani dan nelayan.

Pemberian subsidi ini akan disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit di program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar), Kredit Ultra Mikro Pegadaian dan juga program di perusahaan pembiayaan lainnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH