logo

Politisi PKB Sayangkan Lembaga Survei Politik Ikut Cawe-Cawe Survei Soal Corona

Politisi PKB Sayangkan Lembaga Survei Politik Ikut Cawe-Cawe Survei Soal Corona

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar. (Ist)
26 Mei 2020 08:11 WIB
Penulis : Muhajir

SuaraKarya.id - PATI: Beberapa lembaga survei politik di Indonesia, di tengah merebaknya pandemi virus Corona ikut melalukan penelitian hingga merilis kapan Covid-19 itu akan berakhir.

Penelitian yang tidak sesuai dengan bidangnya itu dinilai justru menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat. Bahkan tidak mustakhil akan terjadinya penggiringan opini dan penyesatan publik.

Cawe-cawenya lembaga survei politik dalam mengolah data temuan kasus virus Corona itupun mendapat reaksi keras dari politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar.

Anggota DPR RI ini menyayangkan pengamat yang sebetulnya memiliki keahlian di bidang survei pemilu, kini ikut-ikutan melakukan survei terkait virus corona dengan mengolah data temuan kasus yang ada.

“Kami justru khawatir, pengamat yang aslinya lembaga suvei Pemilu Presiden, Pemilu Kepala Daerah, tiba-tiba mengolah data soal virus corona karena bisa memperkeruh suasana,” ujarnya, di Pati, Senin (25/5/2020).

Menurut dia hal itu bisa menggiring opini publik, yang seharusnya tidak dikatakan oleh seseorang sebagai kaum intelektual. Oleh karena itu, Ia meminta hal itu dihentikan karena bisa mempengaruhi publik.

Dalam mengemas hasil surveinya agar terlihat lebih sempurna, kata dia, mereka juga memasukkan pendapat dari para pengamat internasional dan seolah-olah bersumber dari media internasional. Padahal, media internasional maupun pengamat internasional belum bisa menjamin kebenaran pendapatnya.

“Untuk memastikan kebenarannya, tentu harus diteliti dan didalami lebih jauh,” ujarnya.

Kekhawatiran lain, di balik itu semua ada agenda setting karena media yang berskala internasional maupun nasional punya agenda tersendiri.

Ia menganggap hal demikian tidak diperolehkan karena dapat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

Seperti diketahui, sebagaimana dilaporkan Antara, bahwa dalam beberapa hari belakangan ini ramai pemberitaan di media daring, terdapat lembaga survei memprediksi wabah virus Corona akan berakhir dalam waktu dekat.

Bahkan ada yang menyatakan dengan tingkat kepercayaan 99 persen bahwa virus Corona 99 persen tidak lagi menjadi masalah bagi dunia pada Juli-September 2020. Sedangkan tercapainya  99 persen untuk kasus di Indonesia diperkirakan pada Juni 2020.***

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH