logo

Pemkot Samarinda Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Pemkot Samarinda Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

26 Mei 2020 00:41 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - SAMARINDA: Pemerintah Kota Samarinda telah menerbitkan surat keputusan penetapan status keadaan tanggap darurat banjir dan tanah longsor menyusul musibah banjir yang terjadi di wilayah Ibu Kota Provinsi Kaltim tersebut dalam tiga hari terakhir.

Surat yang ditandatangani Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang tersebut telah terbit sejak 22 Mei 2020 atau bertepatan dengan musibah banjir pertama di Kota Samarinda.

"Saya terus melakukan koordinasi kepada para camat, khususnya yang warganya terdampak banjir untuk terus memonitor, dan siapa memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Syaharie Jaang, usai meninjau sejumlah titik lokasi banjir, Senin malam (25/5/2020).

Dia menjelaskan dalam surat tersebut tertulis jika status tanggap darurat dilakukan setelah adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda serta mengantisipasi bencana alam sejak dini dimana masa tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari terhitung mulai 22 Mei hingga 4 Juni mendatang.

"Kami telah memberikan tembusan surat ini kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dan Gubernur Kaltim serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim," jelasnya.

Menurut Jaang, banjir tahun ini memang cukup besar dan sangat berdampak pada aktifitas ekonomi masyarakat yang tengah bertarung melawan pandemi COVID-19.

"Marilah kita sama- sama saling bergotong-royong untuk membantu warga yang terkena musibah, Pemerintah akan terus hadir memberikan bantuan, dan berharap musibah ini segera berakhir," tegasnya.

Saat ini, tercatat sepuluh kelurahan di tiga kecamatan mengalami bencana alam berupa banjir, diantaranya di Kelurahan Sempaja, Sungai Pinang dan Samarinda Ulu.

          Terdampak Banjir

Sebanyak 30.894 jiwa (warga) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, hingga Lebaran kedua ini masih terdampak banjir akibat hujan yang mengguyur kota ini hampir merata pada Sabtu dini hari, terutama di bagian utara kota atau di kawasan hulu Sungai Karang Mumus.

"Jumlah warga terdampak banjir yang mencapai 30.894 jiwa itu tersebar di 4 kecamatan pada 14 kelurahan di Kota Samarinda," ujar Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Hendra AH di Samarinda, Senin (25/5/2020).

Berdasarkan pantauan, sejumlah jalan utama kota ini tidak bisa dilalui kendaraan karena terendam air, antara lain Jl Dr Soetomo, kawasan Simpang Vorvo, kawasan Sempaja Utara, Jl A yani, Jl PM Noor, dan sejumlah ruas jalan lainnya.

Tim dari BPBD Samarinda dan sejumlah relawan tampak membantu warga yang ingin mengungsi, antara lain di kawasan Bengkuring Raya dan Perumahan Griya Mukti.

Sementara di Kelurahan Gunung Lingai, pada kawasan yang tidak terlalu dalam, anak-anak memanfaatkan jalan raya yang dipenuhi air tersebut untuk belajar berenang dan sebagian dari mereka bermain ketangkasan bola tangan.

Tampak pula sejumlah warga yang mengungsi di daerah agak tinggi dan mereka bergerombol. Rata-rata dari mereka menumpang charger dari listrik di salah satu ruko (rumah toko) yang tutup, namun kabel listriknya disalurkan ke teras ruko.

Menurut Hendra, dampak banjir terluas ada di Kecamatan Samarinda Utara, yakni tersebar di 8 kelurahan, 87 RT, 4.379 KK, 1.671 rumah dengan korban yang terdampak banjir mencapai 13.896 jiwa.

Rinciannya antara lain di Kelurahan Lempake terdapat 13 RT, 475 KK, 912 jiwa, dan merendam sebanyak 467 rumah. Ketinggian air rata-rata di kawasan ini antara 30 cm hingga 110 cm.

Kemudian di Kelurahan Sempaja Timur, air menggenangi di 29 RT, pada 2.102 KK, dan 8.208 jiwa terdampak dengan 240 rumah yang terendam. Sementara ketinggian air antara 50-70 cm.

Banjir terluas kedua berada di Kecamatan Sungai Pinang, antara lain di Kelurahan Temindung Permai yang menggenangi 39 RT, 2.180 KK, 6,211 jiwa terdampak, dan sebanyak 1.634 rumah terendam dengan ketinggian air antara 15 cm hingga 120 cm.

"Di Kelurahan Sungai Pinang Dalam, air menggenangi di 15 RT, 861 KK, dan terdapat 2.677 jiwa terdampak banjir. Sementara ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 120 cm," ujar Hendra. dikutip Antara. ***