logo

K-pop: Pandemi Corona Membuat Dita Karang Harus Bersabar Untuk Jumpa Langsung Fans Secret Number

K-pop: Pandemi Corona Membuat Dita Karang Harus Bersabar Untuk Jumpa Langsung Fans Secret Number

Istimewa
24 Mei 2020 19:48 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Personel grup idola K-pop Secret Number asal Indonesia, Dita Karang mengungkapkan perasaannya setelah akhirnya melakukan debut di tengah pandemi virus corona.

Dita Karang yang memiliki nama asli Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang, melalui siaran langsung Instagram Live bersama Dian Sastrowardoyo, Minggu (24/5/2020) mengatakan bahwa grupnya tersebut seharusnya debut pada 26 Maret lalu, namun diundur hingga 19 Mei karena adanya pandemi.

"Aku harusnya debut pada 26 Maret. Dan saat itu, di Korea (wabah virus corona) paling parah di Februari-Maret," ungkap gadis kelahiran Yogyakarta, 25 Desember 1996 itu.

"Waktu itu banyak tempat yang tutup, kayak salon, music broadcasting, dan lainnya. Waktu itu kita enggak bisa persiapan apa-apa dan akhirnya diundur ke 19 Mei," ujar gadis berdarah Bali itu melanjutkan.

Setelah akhirnya debut lewat single perdana "Who Dis?", seperti grup idola K-pop lainnya, Dita bersama Secret Number harus melakukan promosi dengan tampil di berbagai acara musik di stasiun televisi Korea Selatan.

Namun, karena adanya pembatasan sosial, Dita cs tidak dapat melihat reaksi penonton yang hadir di acara-acara tersebut.

"Untuk music broadcast enggak boleh ada penonton (yang datang). Kalau sekarang enggak boleh masuk kecuali staf, dengan pengecekan tertentu," kata Dita yang menempati posisi sebagai penari utama dan vokalis di grup Secret Numbers.

Gadis berusia 23 tahun itu tak menampik bahwa ia bersama Denise, Lea, Jinny, dan Soodam ingin melihat secara langsung bagaimana reaksi penggemar dan publik Korea Selatan atas penampilan debut mereka.

"Pengin banget ketemu fans langsung, reaksi penonton seperti apa. Pinginnya perform ke banyak orang, tapi ya sudah... Baru bisa lihat reaksinya secara online," katanya.

Sementara itu, Dita debut bersama Secret Number pada 19 Mei, melalui lagu "Who Dis?", yang diproduseri oleh Melanie Fontana dan Michel 'Lindgren' Schulz, yang telah bekerja dengan Justin Bieber, The Chainsmokers, dan BTS. 

      Kisah Perjalanan

 Dita Karang membagi kisah perjalanannya hingga akhirnya memulai debutnya sebagai seorang penyanyi di industri hiburan Korea Selatan.

Melalui siaran langsung di Instagram Live Dian Sastrowardoyo, Minggu (24/5/2020), Dita mengungkapkan dirinya sudah lama ingin menjadi seorang penampil (performer). Hal ini terbukti dengan ia menempuh pendidikan hingga American Musical and Dramatic Academy (AMDA), New York, AS.

Seusai menyelesaikan pendidikannya, Pemilik nama asli Pupsa Aditya Karang itu mencoba peruntungannya untuk mendaftar di berbagai pertunjukan seni dan musikal, termasuk Broadway, sebagai seorang penari dan penampil.

Perjalanan Dita tidak berjalan begitu mulus di musikal dan Broadway.

Namun, karena sudah memiliki ketertarikan dengan dunia K-pop, Dita lalu mencoba mengikuti berbagai audisi agensi hiburan Korea Selatan, dan akhirnya menjadi seorang trainee di VINE Entertainment yang menaunginya saat ini.

"Karena aku suka K-pop, aku daftar di dance studio K-pop gitu di New York. Ada audisi company yang macam-macam, termasuk Big Three (SM Entertainment, JYP Entertainment, YG Entertainmet) sempat ikut tapi enggak lolos," kenang Dita.

"Lalu ada company yang baru juga aku ikutin aja. Dan di antara semuanya, VINE Entertainment ini yang interested," ujarnya melanjutkan.

Setelah memulai masa trainee-nya di agensi tersebut, Dita  banyak berlatih dan belajar Bahasa Korea, baik secara formal maupun informal melalui percakapan sehari-hari dan drama Korea.

Ia mengaku sudah mulai bisa lancar berbicara Bahasa Korea setelah 5-6 bulan belajar secara intens.

Sementara itu, masa trainee Dita sendiri terbilang cukup normal hingga akhirnya memulai debut, yaitu hampir dua tahun lamanya.

Tinggal di Korea Selatan tentu membuatnya harus cepat beradaptasi dengan budaya di Negeri Gingseng itu. Selain itu, masa trainee pun menurutnya cukup berat bagi Dita, sehingga menjadi sebuah tantangan tersendiri.

"Capeknya itu beneran. Aku kira karena udah nge-dance dari dulu, cuma akan capek fisik aja, tapi juga capek mental," ujarnya.

"Tapi aku sadar kalau kita butuh orang yang bisa diajak ngobrol, seperti member-member aku, kita banyak sharing," katanya. (Antara) ***