logo

Dirjen Perhubungan Udara Pastikan Bandara Solo Terapkan Pengendalian Transportasi

Dirjen Perhubungan Udara Pastikan Bandara Solo Terapkan Pengendalian Transportasi

Dirjen Perhubungan Udara Pastikan Bandara Adi Soemarmo Solo Terapkan Pengendalian Transportasi
22 Mei 2020 22:27 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto melakukan monitoring langsung di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2020). Monitoring dilakukan untuk memastikan penerapan Peraturan Menteri 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

"Jangan sampai ada penumpukan penumpang, harus benar-benar diperhatikan social distancingnya dan protokol kesehatannya. Untuk slot pesawat diatur dari jauh-jauh hari sebelumnya,” jelas Novie.

Dalam pemantauan tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara juga memeriksa kesiapan pihak Bandara antisipasi lonjakan penumpang setelah lebaran.

Staf Kementerian Perhubungan dan Juru bicara Kemenhub, Adita Irawati, menambahkan kunjungan kerja tersebut untuk memastikan sektor transportasi terutama sektor udara berjalan dengan baik dalam upaya menerapkan aturan. Yakni Peraturan Menteri No 18 dan No 25 tahun 2020 serta surat Edaran dari Gugus Tugas dan Surat Edaran dari Direktur jenderal Perhubungan No 32 tahun 2020 yaitu tentang pengendalian transportasi disaat lebaran 1441 H.

"Termasuk juga, situasi pada saat arus balik Lebaran, dari H+1 hingga H+7. Karena kita juga mengantisipasi arus balik yang volumenya cukup besar," ujarnya.

Sehingga perlu dipersiapkan dengan baik segala sesuatunya, khususnya protokol kesehatan. Sementara itu, General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman mengatakan pihaknya akan melaksanakan arahan dari Dirjen Perhubungan untuk operasional satu jam satu pesawat.

"Kalau jam operasional Bandara Adi Soemarmo mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB berarti hanya delapan pesawat dan dibagi dengan pesawat yang datang dan pesawat yang berangkat," jelas Abdullah.

Sejak diterbitkannya Peraturan Menteri 25 tahun 2020, penumpang yang datang dan berangkat dari Bandara Adi Soemarmo masih sangat sepi. Rata-rata penumpang hanya sekitar 30 orang. Adapun maskapai yang sudah mulai beroperasi di Bandara Adi Soemarmo yaitu Citilink, Garuda, Lion Air dan Batik Air. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH