logo

Buton Utara Sukses Ekspor Kopra Putih Di Tengah Pandemi

Buton Utara Sukses Ekspor Kopra Putih Di Tengah Pandemi

Truk pengangkut kopra ekspor.(foto,ist)
11 Mei 2020 23:39 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BUTON: Di tengah kesulitan kargo dan tertunda berkali-kali, Buton Utara, Sulawesi Tenggara akhirnya sukses ekspor kopra putih sebanyak  12 ton, dari Buton, MInggu (10/5/2020).

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, yang akrab di sapa Gus Menteri menyatakan, ini peristiwa penting bagi desa, di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, ada kecenderungan kembalinya pemudik ke desa meningkatkan orang dalam pantauan (ODP) dan sesekali memunculkan penderita Covid-19.

"Ekspor perdana 12 ton kopra ini akan diikuti ekspor-ekspor berikutnya minimal 100 ton per bulan," kata Gus Menteri.Nilai eskpor saat ini, imbuhnya, berkisar di posisi Rp 110 juta, namun pada bulan-bulan berikutnya akan meningkat di atas Rp 1,2 miliar per bulan.

Gus Menteri mengatakan, ekspor ini menarik dan membanggakan karena hasil kerja keras Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma). Ekspor kali ini ke China, tujuan ekspor akan bertambah ke India dan Bangladesh.

Business model yang cocok dikembangkan berupa fasilitasi dari PT Inacom yang digandeng Kementerian Desa PDTT. Codiac.id selaku mitra pendampingan Inacom.id memberdayakan para petani kopra sejak dari perbaikan pengolahan lahan, pengelolaan kebun kopra yang lebih terfokus, hingga pengolahan kelapa lebih lanjut.

Teknologi tepat guna yang dipraktikkan ialah solar dryer dome. Inacom juga turut menjaga kualitas kopra putih Buton Utara hingga meningkat sampai berkualitas ekspor Hasil kopra petani dibeli Bumdes dan Bumdesma, yang kini bertindak sebagai pemodal awal dengan kekayaan dari dana desa dan sumbangan lain.

Pendapatan para petani kini meningkat. Sebelumnya, harga yang diterima petani ialah Rp500 per butir kelapa. "Kini, kopra putih meningkatkan pendapatan mereka senilai rata-rata Rp 1.200 per butir kelapa. Artinya terjadi peningkatan hampir tiga kali lipat," jelas Gus Menteri.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto