logo

Ken Setiawan: Terduga Teroris Di Jatim Disinyalir Akan Lakukan Aksi Balas Dendam Penembakan Teroris Poso

Ken Setiawan: Terduga Teroris Di Jatim Disinyalir Akan Lakukan Aksi Balas Dendam Penembakan Teroris Poso

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan.
24 April 2020 18:42 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan seperti telah diberitakan sebelum ini sudah mensinyalir bahwa  aksi teroris di Poso beberapa waktu yang lalu jelang bulan Ramadhan adalah sebuah awalan atau pemanasan, dan aksi lanjutan adalah di bulan Ramadhan ini.

"Amaliah teror di bulan Ramadhan dianggap lebih afdhal dan menurut doktrin mereka akan mendapatkan  pahala berlipat ganda," kata Ken  dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Ken  juga menilai terduga teroris yang ditangkap di Surabaya, Jawa Timur disinyalir akan melakukan aksi balas dendam terhadap Polisi yang menembak mati dua teroris Poso

Seperti diketahui Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris di sebuah tempat ekspedisi atau pengiriman barang di Kota Surabaya, Kamis (23/4/2020).

Dari penangkapan terduga teroris ini, Densus 88 diinformasikan menyita barang bukti berupa beberapa jenis senjata api dan ratusan amunisi.

Sebelumnya pihak Polda Sulawesi Tengah melumpuhkan dua teroris saat terjadi kontak tembak dengan kedua pelaku di jalan lingkar daerah Kayamaya, Kabupaten Poso. Kedua  teroris itu pelaku penyerangan polisi yang bertugas pengamanan salah satu bank di Kabupaten Poso. Kedua teroris diketahui adalah kelompok sipil bersenjata jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

"Iya betul, pelakunya itu Muis Fahron alias Abdulah, kemudian Ali Darwin alias Gobel DPO, melakukan amaliah dengan sasaran anggota kepolisian yang jaga Bank Syariah Mandiri Poso," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto, Rabu (15/4/2020).

          Tingkatkan Kewaspadaan

Ken mengingatkan agar aparat meningkatkan kewaspadaan karena aksi terorisme belakangan diprediksi bakal berlanjut di tengah pandemi  virus Covid-19 ini.

"Targetnya adalah kondisi Indonesia kacau, bila perlu keadaan chaos agar mereka punya alasan untuk memojokkan aparat dan pemerintah seolah gagal dalam memberikan rasa aman terhadap masyarakat," katanya.

Ken juga meminta masyarakat berperan aktif memberikan info kepada aparat terdekat bila ada orang yang terindentifikasi dan dicurigai sebagai kelompok radikalisme yang akan melakukan teror.

"Laporkan ke aparat terdekat bila ada orang di sekitarnya yang dicurigai akan melakukan tindakan teror agar di tindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku," tutur Ken.

Seperti diketahui Ken Setiawan pernah terlibat dalam organisasi terlarang NII. Untuk menebus kesalahannya yang kala itu menjerumuskan banyak orang dalam kelompok radikal, Ken memutuskan untuk mendirikan NII Crisis Center dimana menjadi pusat rehabilitasi bagi korban jaringan NII maupun organisasi radikal sejenis lainnya. ***