logo

Bupati, Kapolres Dan Kasdim Raja Ampat Pantau Harga Dan Stok Bapok

Bupati, Kapolres Dan  Kasdim  Raja Ampat Pantau Harga Dan Stok  Bapok

Bupati AFU Dan Instansi Terkait/Foto:Humas Raja Ampat
01 April 2020 00:44 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - WAISAI: Bupati  Raja Ampat , Abdul Faris Umlati, Kapolres,  Kasdim dan OPD setempat  tinjau  ketersedian dan harga bahan pokok (Bapok) di pasar dan Swalayan daerah ini, Selasa (31/3/2020).  

 Hal ini terkait  penutupan  akses masuk dan keluar  Raja Ampat, sesuai kesepakatan bersama  sebagai antisipasi penyebaran Covid-19  ke daerah  ini.

Karena itu,  ketersediaan  bahan  pokok  dan harganya  menjadi  perhatian pemerintah daerah.  Sebab, sering kali persediaan menipis atau kosong akhirnya membuat harga merangkak naik. Harga menjadi tak stabil.

Mencermati  hal itu, Bupati AFU, melibatkan  pimpinan instansi terkait, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) serentak pada  Selasa  (31/3/2020).

Ada sepuluh komoditas yang masuk dalam pantauan, namun  beras,gula, terigu  menjadi fokus utamanya pemantauan ini.

Bupati AFU, mengatakan, sidak ini dilakukan,  mencermati harga  bahan pokok (Bapok) setelah  karantina daerah ini digelar akhir pekan lalu.

Ia, dan rombongan  memantau  ketersediaan stok dan harga ,  saat semua akses  masuk dan keluar  daerah  ini ditutup sebagai antisipasi  penyebaran virus Covid-19.

 Pihaknya  mengontrol , apakah  harga  stabil atau tidak, seperi dilansir dari laporan  di Facebook  Humas Raja Ampa (31/3/2020).

Bupati  menuturkan,  harga  bahan pokok  diupayakan  tetap aman dan ketersediaan pun  terjamin selalu ada dan stabil.

 “Mengenai  transportasi  barang,  Pemda  memberikan  kelonggaran kepada pengusaha memasok barang dagangannya ke Raja Ampat,”ujar  Bupati AFU.

Dikatakannya, pihak pengusaha pun, mengatakan  membantu untuk  memasok barang kebutuhan  pokok ke pasar Raja Ampat.

Termasuk masalah harga, juga telah disetujui tetap stabil agar jangkauan  beli warga  setempat tidak terganggu. (Dikutip dariFacebook  Humas Kabupaten Raja Ampat) ***

Editor : Markon Piliang