logo

13 Pasien Dalam Pengawasan Di Solo Sembuh

13 Pasien Dalam Pengawasan Di Solo Sembuh

Seruan Pemkot Solo kepada pemudik yang datang di Kota Solo
31 Maret 2020 19:54 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Penanganan kasus virus Corona COVID-19 di Kota Solo, Jawa Tengah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, kepada wartawan, Selasa (31/3/2020), saat ini tidak ada lagi pasien terkonfirmasi positif Corona.

"Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang sembuh bertambah lima orang. Perkembangan hingga siang ini, jumlah PDP naik menjadi 29 orang dari sebelumnya 26. Yang dirawat 11, yang sembuh ada 13 dan lima meninggal dunia," jelas Ahyani.

Kelima PDP yang meninggal tersebut tiga orang berasal dari Kelurahan Mojosongo, dua lainnya dari Kelurahan Tipes dan Kestalan. PDP meninggal dari Kelurahan Mojosongo masih berhubungan dengan pasien positif CORVID-19 yang meninggal sebelumnya.

"Saat ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP) bertambah. Dari sebelumnya 162 naik menjadi 221 orang. Tiga orang menjalani rawat inap serta sisanya rawat jalan atau menjalani karantina mandiri," jelasnya lagi.

Pemkot Solo telah menyiapkan tiga lokasi untuk karantina mandiri menyusul meningkatnya jumlah ODP. Ketiga lokasi yang disiapkan yakni Grha Wisata, Ndalem Joyokusuman dan Ndalem Priyosuhartan yang merupakan bekas rumah pribadi mantan Kakorlantas Polri Djoko Susilo.

"Untuk di Grha Wisata diperuntukkan bagi para pemudik yang masuk ODP," katanya.

Kapasitas gedung yang disiapkan menurut Ahyani mampu menampung ODP. Grha Wisata bisa menampung 122 orang. Ndalem Joyokusuman 69 orang dan Ndalem Priyosuhartan 36 orang. Jika masih ada yang tidak tertampung, Pemkot Solo akan mencarikan lokasi lain.

"Wilayah Mojosongo menjadi zona merah sehingga mendapat perhatian khusus," pungkasnya.

Pemkot Solo telah menyiapkan anggaran sebesar Rp49 miliar untuk penanganan virus Corona. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo sebelumnya mengatakan anggaran yang disiapkan tersebut untuk menyiapkan RSUD Bung Karno menjadi RS khusus Corona serta menyiapkan tiga lokasi untuk ODP.

"Anggaran akan digunakan selama masa tanggap darurat hingga bulan Juni. Masyarakat tidak perlu khawatir. Kita sudah memikirkan untuk 40 ribu KK (kepala keluarga). Per KK nanti Rp250 ribu, yang isinya sembako, nanti kita bagi 2 kali," kata Rudy. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto