logo

Bukan Karena Covid-19, Bob Hasan Meninggal Dunia Wariskan Muhammad Zohri

Bukan Karena Covid-19, Bob Hasan Meninggal Dunia Wariskan Muhammad Zohri

Bob Hasan (kanan) bersama Lalu Muhammad Zohri
31 Maret 2020 11:55 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Mohammad Hasan meninggal dunia, Selasa (31/3/2020) pukul 11.00 WIB. Dunia olahraga Indonesia pun berduka dan kehilangan tokoh yang mengabdikan hidupnya hingga berpulang di olahraga, khusunya atletik. Pria yang akrab dipanggil Bob Hasan itu sampai saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI).

Selasa, sekitar pukul 11.48 WIB, melalui WhatsApp, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Dodie Gambiro mengabarkan berita duka cita. “Innalillahi Wa Inna illaihi Rojiun. Telah kembali ke rahmatullah Bapak. Bob Hasan pada jam 11.00 siang di RSPAD. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT.  Aamiin...,” tulis Dodie.

Kabar duka juga dikirim mantan pelari nasional Maria Lawalata. Penyelamat Indonesia untuk meraih juara umum pada SEA Games 1991 Filipina itu menulis di WA. "Innalillahiwainnailaihi rojiun telah meninggal dunia Mohamad Bob Hasan pagi ini pukul 11.00 di RSPAD Gatot Subroto."

Kepergian Bob Hasan tidak ada kaitannya dengan serangan wabah virus Corona (Covid-19) yang kini melanda Indonesia dan dunia. Dia berpulang  setelah dalam tiga bulan terakhir menjalani perawatan secara intensif di  RSPAD Gatot Subroto akibat penyakit kanker . Menurut rencanan, jenazah almarhum akan dibawa ke Semarang pada Rabu dan dikebumikan di Makam Keluarga di Ungaran.

Sekretaris Menteri Pemuda Dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto memastikan Bob Hasan meninggal dunia bukan karena virus corona. "Betul, baru saja saya call (telepon) Pak Tigor (Tanjung, Sekjen PB PASI). Menurut rencana akan dimakamkan di Ungaran Jawa Tengah. Tidak ada kaitannya dengan Corona," kata Gatot seperti dilansir CNN Indonesia.

Tak pelak lagi dunia olahraga Indonesia berduka. Pasalnya, Bob Hasan bukan saja membina di atletik yang diantaranya berhasil melahirkan sprinter muda tercepat nasional Lalu Muhammad Zohri. Pria kelahiran Semarang, 24 Februari 1931, sebelumnya juga pernah menjabat ketua umum induk organisasi cabor senam (PB Persani), angkat besi (PB PABBSI) dan catur (PB Percasi). Selain itu dia pernah menduduki posisi Wakil Ketum KONI Pusat pada era Ketua Umum Surono.

Bob Hasan juga berkibar di olahraga Asia dan dunia. Dia dipercaya memimpin Asosiasi Atletik Asia (AAA). Kemudian menjadi  Anggota Kehormatan IOC (Komite Olimpiade Internasional).

Memang kiprah Bob Hasan  di atletik sangat menonjol. Dia memimpin cabor ini dalam delapan periode. Suami dari Pertiwi Hasan ini bisa bertahan lama memimpin atletik sehingga digelari sebagai ketua umum seumur hidup karena memang belum ada figur lain yang berani dan bersedia berkorban membina atletik yang membutuhkan dana tidak sedikit. Untuk menjadi Ketum PASI harus siap mengeluarkan.dana operasional setahun minimal Rp 10 miliar.

Bob Hasan bukan hanya moncer di dunia olahraga. Anak dari pejuang Gatot Soebroto ini terkenal sebagai pengusaha yang sukses di industri kayu. Dirinya ditunjuk sebagai Ketua Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo). Dari situlah, Bob Hasan kemudian menjadi salah satu pengusaha tajir yang dijuluki Raja Hutan Indonesia. Walaupun pada akhirnya, asosiasi ini harus disetop karena krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1997. Selanjutnya Apkindo resmi dibubarkan pada 1998.

Dari pengusaha karier Bob Hasan memasuki ranah pemerintahan. Dia terkenal sangat dekat dengan Presiden Soeharto. Dia pun kemudian dipercaya menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Soeharto (Maret-Mei 1998). Dia adalah menteri pertama berdarah China di kabinet Soeharto.

Namun pada tahun 2001, Bob Hasan menjadi tersangka korupsi penyalahgunaan kekuasaan, serta dianggap menjadi dalang pembakaran jutaan hektar lahan di pulau Sumatera. Bob Hasan di penjara di LP Cipinang, dan kemudian dipindahkan ke Nusa Kambangan. Kemudian dia dinyatakan bebas bersyarat pada Februari 2004.

Selama dipenjara, Bob Hasan tidak surut membina olahraga. Ayah dari Iki Hasan ini terus menjalan organisasi PASI. Sampai berpulang pun dia tetap cinta olahraga dengan masih memimpin PASI.

Bob Hasan bukan hanya menjadi ketua umum simbol saja. Dia  serius membangun olahraga. Bahkan di atletik dia aktif  mencari bakat di daerah untuk dimasukkan ke pusat pelatihan nasional. Atlet asal Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Zohri menjadi salah satu yang didapat dari hasil pencarian bakat itu. Selain itu Bob Hasan juga Bob Hasan mendatangkan pelatih asal AS, Harry Marra, salah satu pelatih terbaik di dunia,  untuk menangani atlet-atlet Indonesia.

Bob Hasan berpendapat paling penting dari sebuah cabang olahraga adalah pembinaan yang matang dengan struktur yang jelas. Sedangkan hasil atau prestasi akan datang dengan sendirinya. “Itulah sebabnya olahraga Indonesia, termasuk atletik membutuhkan dukungan dari pemerintah, media, dan seluruh rakyat Indonesia,” kata Bob Hasan.

Namun ada yang membuat Bob Hasan kecewa. Dia kecewa karena atletik yang sudah dibinanya selama hampir setengah abad dipandang sebelah mata oleh pemerintah dan rakyat Indonesia. Bob Hasan bahkan harus terus merogoh koceknya untuk membiayai keberlangsungan cabang atletik di Tanah Air. Kritikan juga dilemparkan bagi media yang dinilai kurang memberitakan cabang atletik. Tidak seperti bulutangkis atau sepakbola yang selalu menjadi sorotan.

Bob Hasan adalah pribadi yang suka menolong. Pria ini aktif di berbagai kegiatan sosial, seperti membantu Soeharto dalam mendirikan Yayasan Damandiri (Dana Sejahtera Mandiri) pada tahun 1966. Kegiatan lainnya, menciptakan program pembangunan untuk daerah Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada tahun 2016. Ada juga pelatihan komputer kewirausahaan bagi para penyandang tunanetra oleh Persatuan Tunanetra Indonesia.

Selain itu, Bob Hasan juga menaruh minat di industri media. Dia mulai mendirikan Gatra pada tahun 1994.

Bob Hasan kini telah kembali ke Sang Pencipta.  Dia meninggalkan warisan atlet potensi dunia di atletik diantaranya Lalu Muhammad Zohri. Pelari cepat 100 m ini menjadi harapan olahraga Indonesia di kancah dunia setelah sukses meraih juara dunia U-20 dalam olahraga lari 100 meter di Finlandia, dengan catatan waktu 10,18 detik.

Selamat jalan Pak Bob. Semoga warisan yang engkau tinggalkan di atletik mampu mengangkat kejayaan olahraga Indonesia di kancah internasional. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH