logo

Tiga Provinsi Masih Mampu Bendung Covid-19, Ini Rahasianya

Tiga Provinsi Masih Mampu Bendung Covid-19, Ini Rahasianya

Peta penyebaran dan daerah yang masih bebas Covid-19
31 Maret 2020 02:34 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ada kabar menggembirakan di tengah-tengah makin menyebarnya wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia. Hingga Senin (30/3/2020) ternyata ada tiga provinsi yang masih mampu bertahan membendung serbuan virus mematikan tersebut. Ketiga provinsi itu adalah Bengkulu, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur. Ini rahasia pertahan ketiga daerah tersebut.

Sejak pemerintah mengumumkan secara resmi Bumi Pertiwi terserang Covid-19, Senin (2/3/2020) hingga Senin (30/3/2020) pukul 15.45 WIB, tercatat sudah 31 provinsi yang menjadi korban. Kasus positif infeksi dan korban meninggal akibat serangan virus ganas itu pun terus bertambah. Total positif infeksi Covid-19 di Indonesia mencapai 1.414 kasus. Sebanyak 122 orang meninggal dan 75 pasien berhasil sembuh.

DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus infeksi terbanyak mencapai 698. Setelah itu Jawa Barat  dengan  180 terkonfirmasi, 8 sembuh dan 20 meninggal. Kemudian Bandengn dengan 128 terinfeksi, satu sembuh dan empat meninggal.

Dalam kondisi serbuan Covid-19 yang makin masif ada kabar menggembirakan. Ternyata Bengkulu, Gorontalo dan NTT masih mampu melawan Covid-19.

Dikutip dari laman Pemerintah Bengkulu, terdapat 28 orang dengan status ODP, dan 3 orang berstatus PDP. Sedangkan di Gorontalo, terdapat 174 orang yang dinyatakan sebagai ODP dengan 66 di antaranya telah selesai dipantau. Sebanyak 12 orang ditetapkan sebagai PDP dengan 1 di antaranya telah selesai proses pengawasan. Sementara di NTT terdapat 186 orang yang dinyatakan ODP. Namun, 21 orang di antaranya sudah selesai dipantau.

Meskipun tidak demikian menarik untuk mengetahui rahasia dari ketiga provinsi itu masuk zona hijau Covid-19. Dari informasi yang dihimpun terlihat daerah-daerah itu berjuang keras untuk menghadang virus yang bermula dari Wuhan, China itu.

Menurut laporan sahabatrakyat.com, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah tetap meminta kepada semua elemen tidak terlena dengan status Bengkulu yang masih berada di zona hijau dalam penyebaran pandemi Covid-19. Hal ini menjadi tantangan bagi semua untuk semakin meningkatkan lagi kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

“Kita tentu bersyukur dengan kondisi Bengkulu yang masih ada di zona hijau. Namun saya minta pada masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan dan kewaspadaan, dan tentu tidak henti-hentinya terus berdoa agar kita segera terbebas dari wabah ini,” kata mantan wakil bupati Bengkulu Selatan saat dihubungi via pesan Whatsapp, (30/03/2020).

Rohidin menyatakan, tenaga Medis yang sedang tangani Covid-19 atau virus corona di Bengkulu akan mendapatkan insentif dan kenaikan pangkat istimewa. Ini sebagai ungkapan rasa terima kasih dan penghargaan kepada para tenaga medis yang berada di garda terdepan berjuang melawan penyebaran pandemi covid-19. Kebijakan tersebut kata Gubernur Rohidin berlaku di seluruh Bengkulu dan sekarang sedang dilakukan kajian inisiatif.

"Kemarin BKD saya minta berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait dengan pemberian naik pangkat istimewa bagi teman - teman, saudara - saudara kita para tenaga kesehatan baik medis maupun paramedis yang mereka itu sangat beresiko tinggi ketika melakukan pengamanan pasien Covid-19,"  ujar Rohidin pada Ratas Gubernur Bengkulu bersama Forkopimda, Minggu (29/3/2020) di Rumdin Bupati Kaur.

Dalam rapat terbatas ini Gubernur Rohidin juga mengajak semua elemen baik Kementerian Agama, Badan Musyawarah Adat hingga ke desa dan camat agar melakukan gerakan masif menangkal penyebaran pandemi benar-benar serius dan maksimal. "Dari pertemuan ini kita pastikan, gerakan masif perang terhadap Covid-19 betul - betul terstruktur. Tekad kita satu melawan virus ini agar tidak mewabah, tidak menginfeksi satu orang pun masyarakat Bengkulu, komitmen kuat ini harus kita bangun, Pemprov akan memfasilitasi dari sisi anggaran maupun kebijakan," ucap Gubernur Rohidin seperti dilansir Klikwarta.com.

Rohidin sendiri bersama Forkopimda Provinsi Bengkulu terus memantau posko-posko perbatasan. "Sampai sekarang kita perketat batas wilayah. Upaya itu yang kita ambil, semua kendaraan tanpa terkecuali apapun jenisnya, apa pun penumpang dan barang yang dibawa semua dilakukan pemeriksaan, desinfeksi, orangnya di data dengan baik dan diperiksa kesehatannya, saya kira itu sangat aman, sehingga dampak - dampak lain pun bisa kita minimalisir," tuturnya.

Kebijakan Baru

Sementara itu Pemerintah Provinsi Gorontalo berlakukan kebijakan baru, yakni perbatasan darat ditutup mulai pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita. Hal itu untuk mencegah dampak virus corona baru atau Covid-19.

“Pasukan dari Polda sudah digeser ke perbatasan untuk berjaga. Kami para gubernur termasuk di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara sudah sepakat untuk tutup pintu masuk mulai pukul 18.00 hingga 06.00 Wita,” kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie usai meninjau perbatasan Gorontalo-Sulawesi Utara di Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara, Jumat (27/3/2020).

Rusli meminta agar kebijakan itu dipatuhi oleh seluruh masyarakat yang keluar masuk daerah perbatasan. Menurutnya, setiap tindakan warga yang tidak patuh, tidak hanya membahayakan dirinya tapi juga diri orang lain.

Terlebih Gorontalo saat ini sudah dikepung dua provinsi dengan kasus positif Covid-19.
“Kita akan lihat eskalasinya, kalau semakin tinggi saya akan mempertimbangkan penutupan penuh pintu masuk perbatasan,” ujarnya  seperti dilansir Antara.

Gorontalo melarang warga dari luar daerah berobat ke Gorontalo.  “Orang yang ingin berobat kita batasi, jadi orang yang dari laur daerah tidak bisa berobat ke Gorontalo. Langka itu mencegah penyebaran virus Corona,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, saat konferensi pers, Senin (30/3/2020).

Darda mengatakan, setiap provinsi di Indonesia, pasti ada Rumah Sakit (RS) rujukan, sehingga tidak perlu lagi untuk melakukan pengobatan di Gorontalo. “Jadi tidak ada alasan lagi orang yang dari luar untuk berobat di Gorontalo, dan sekarang sudah tidak bisa lagi,” ujarnya.

Dia menegaskan, jika masih ada ditemukan orang yang ingin berobat di Gorontalo, pihaknya akan memulangkan kembali di daerah asalnya. “Kita harus tegas dalam hal ini, sehingga semua kita harus batasi,” tuturnya.

Dalam bagian lain, Pemerintah Provinsi NTT di bawah kendali duet Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Josef A Nae Soi begitu cepat bereaksi dan beraksi.  Dengan segera Pemprov NTT membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 yang diketuai Sekda NTT, Ben Polo Maing, dengan komandan lapangan Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr Marius Ardu Jelamu, MSi sebagai juru bicara.

Seperti dilaporkan sergap, tekad Pemprov NTT begitu kuat agar bebas dari Covid-19.  Langkah cepat Gubernur-Wagub  NTT membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 adalah langkah pertama. Tim Gugus Tugas Covid-19 bergerak cepat membentuk posko di Dinas Kesehatan NTT, membentuk tim kerja, menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dan merancang langkah-langkah strategis selanjutnya  yang perlu segera diambil.

Pemprov NTT mengalokasikan anggaran Rp 60 miliar. “Dalam teleconference  antara Presiden Jokowi dengan para gubernur dan para menteri tadi, Bapak Presiden meminta agar segera direalokasi dan refocusing anggaran untuk Covid-19. Kita siapkan Rp 60 miliar untuk penanganan corona di NTT. Tadi saya lihat ada beberapa provinsi, kita salah satu provinsi yang terbesar dalam alokasi anggaran,” papar Gubernur VBL kepada para wartawan di  Kantor Gubernur  NTT, Selasa  (24/3/2020) usai teleconference dengan Presiden Jokowi.

Dukungan politik anggaran juga datang dari DPRD NTT.  Mendahului pembahasan, DPRD NTT telah menyetujui penggunaan anggaran Rp 104 miliar mendukung percepatan penanganan Covid-19 di NTT.

Tekad yang sama juga diperlihatkan pemerintah kabupaten/kota di NTT. Kebijakan dukungan dana juga ditunjukkan wakil rakyat di Dewan di sejumlah kabupaten. Ini tidak lain menunjukkan tekad besar dan semangat bersama untuk membebaskan NTT dari Covid-19.

Para pemimpin agama juga satu suara dengan pemerintah: meniadakan ibadat dan perayaan keagamaan yang melibatkan kerumunan massa. Bayangkan prosesi Semana Santa Larantuka yang sudah mentradisi,  mendunia dan berjalan lima abad tahun ini ditiadakan. “Kita menghormati tradisi, tetapi kita juga menghormati kehidupan,” kata Uskup  Larantuka, Mgr Frans Kopong Kung, Pr memberi alasan. ***

Berikut rincian kasus virus corona di 31 provinsi di Indonesia:
1. DKI Jakarta Terkonfirmasi: 698 Sembuh: 48 Meninggal: 74
2. Jawa Barat Terkonfirmasi: 180 Sembuh: 8 Meninggal: 20
3. Banten Terkonfirmasi: 128 Sembuh: 1 Meninggal: 4
4. Jawa Timur Terkonfirmasi: 91 Sembuh: 16 Meninggal: 8
5. Jawa Tengah Terkonfirmasi: 81 Sembuh: 0 Meninggal:
6. Sulawesi Selatan Terkonfirmasi: 50 Sembuh: 0 Meninggal: 1
7. Bali Terkonfirmasi: 19 Sembuh: 0 Meninggal: 2
8. Daerah Istimewa Yogyakarta Terkonfirmasi: 18 Sembuh: 1 Meninggal: 2
9. Kalimantan Timur Terkonfirmasi: 17 Sembuh: 0 Meninggal:
10. Sumatera Utara Terkonfirmasi: 13 Sembuh: 0 Meninggal:
11. Kalimantan Barat Terkonfirmasi: 9 Sembuh: 0 Meninggal: 0
12. Papua Terkonfirmasi: 9 Sembuh: 0 Meninggal: 0
13. Sumatera Barat Terkonfirmasi: 8 Sembuh: 0 Meninggal: 0
14. Lampung Terkonfirmasi: 8 Sembuh: 0 Meninggal: 0
15. Kalimantan Tengah Terkonfirmasi: 7 Sembuh: 0 Meninggal: 0
16. Kepulauan Riau Terkonfirmasi: 6 Sembuh: 0 Meninggal: 1
17. Aceh Terkonfirmasi: 5 Sembuh: 0 Meninggal: 0
18. Kalimantan Selatan Terkonfirmasi: 5 Sembuh: 0 Meninggal: 0
19. Riau Terkonfirmasi: 3 Sembuh: 0 Meninggal: 0
20. Sulawesi Tengah Terkonfirmasi: 3 Sembuh: 0 Meninggal: 0
21. Sulawesi Tenggara Terkonfirmasi: 3Sembuh: 0Meninggal: 0
22. Jambi Terkonfirmasi: 2 Sembuh: 0 Meninggal: 0
23. Sumatera Selatan Terkonfirmasi: 2 Sembuh: 0 Meninggal: 0
24. Nusa Tenggara Barat Terkonfirmasi: 2 Sembuh: 0 Meninggal: 0
25. Kalimantan Utara Terkonfirmasi: 2 Sembuh: 0 Meninggal: 0
26. Sulawesi Utara Terkonfirmasi: 2 Sembuh: 1 Meninggal: 0
27. Papua Barat Terkonfirmasi: 2 Sembuh: 0 Meninggal: 0
28. Kepulauan Bangka Belitung Terkonfirmasi: 1 Sembuh: 0 Meninggal: 0
29. Sulawesi Barat Terkonfirmasi: 1 Sembuh: 0 Meninggal: 0
30. Maluku Terkonfirmasi: 1 Sembuh: 0 Meninggal: 0
31. Maluku Utara Terkonfirmasi: 1 Sembuh: 0 Meninggal: 0

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH